25 Desember 2020

Yusran Effendi Heran Aspal Ruas Jalan Pulau Panggung Muaraenim Mudah Dikelupas Pakai Tangan

Berita Golkar - Viral video seorang anggota DPRD Muaraenim mengelupas aspal di jalan menggunakan tangan kosong sebelah kanan. Aspal dengan mudahnya terkelupas sehingga terlihat cor beton di bawahnya. Terlihat kekesalan si anggota dewan. Sementara ada beberapa orang lainnya memvideokan.

Anggota DPRD Muara Enim Dapil IV, dibuat geram atas tindakan yang di lakukan oleh kontraktor yang mengerjakan proyek pengaspalan overlay ruas jalan Pulau Panggung menghubungkan Talang Barisan Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL),Kamis,(24/12/2020).

Hal ini terungkap dalam video yang mendadak viral di media sosial, dimana salah satu wakil rakyat yang sedang melaksanakan reses di Dapil IV menemukan proyek pengaspalan ruas jalan yang diduga pengerjaannya asal-asalan alias amburadul.

Baca Juga: Ridwan Marasabessy Laporkan Caci Maki Gubernur Murad Ismail ke Polda Maluku, Ini Ceritanya

Menurut info perbaikan jalan tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2020 dengan pagu anggaran pekerjaan sebesar Rp5.867.739.000. Namun sayangnya diduga karena dikerjakan asal-asalan membuat aspalnya dengan mudah mengelupas dengan hanya cukup dikeruk menggunakan tangan telanjang oleh salah satu anggota DPRD Muaraenim yang terlihat dalam video tersebut.

Adanya temuan proyek yang diduga dilaksanakan dengan asal-asalan tersebut pun dibenarkan oleh salah satu anggota DPRD Muaraenim, juga berasal dari Dapil IV, Abrianto. "Ya betul, temuannya memang seperti itu, aspal sangat rapuh dan mudah mengelupas dengan diangkat hanya menggunakan tangan,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa temuan proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut terjadi saat ia bersama Komisi II yakni Yusran Efendi dari Partai Golkar, Afran dari PDI-P, Suprianto dari PPP dan Candra dari PKB sedang melakukan reses di Dapil IV.

Baca Juga: Ratu Ati Marliati Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Golkar Kota Cilegon

"Dimana kami mendapati proyek pengaspalan overlay ruas jalan Pulau Panggung menghubungkan Talang Barisan Desa Babatan diduga asal-asalan. Ketebalan aspal diperkirakan tidak mencapai 3 cm. Selain itu aspal tidak merekat dengan kuat sehingga mudah mengelupas.

Selain itu pengakuan dari masyarakat setempat sebelum pengaspalan badan jalan tidak dibersikan terlebih dahlulu tapi langsung dilakukan penghamparan aspal. Dan aspal tersebut sudah dingin serta tidak dilakukan pemadatan aspal dengan alat berat asphalt finisher dan tandem roller," jelasnya.

Ia juga mengatakan terkait temuan tersebut, ia bersama rekannya yang lain dari komisi teknis (Komisi II) akan menindak lanjutinya dengan memanggil kontraktornya selaku pelaksana pengekerjaan proyek.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan 201 Kg Sabu Untuk Danai Teroris, Bamsoet Apresiasi Kinerja Polri

"Tak hanya itu saja, kita juga akan panggil, PPK dan Kepala Dinas PUPR untuk memberikan penjelasan terkait pekerjaan yang menggunakan anggaran miliran dari dana APBD tersebut,"katanya.

D ilain pihak, Video yang viral tersebut pun mendapat tanggapan dari Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Muaraenim,Imam Mahmudi. Mereka juga menyayangkan proyek perbaikan jalan yang diduga dilaksanakan asal-asalan tersebut.

"Ya tentu saja ini sangat kita sayangkan, dan kita minta proyek tersebut jangan dibayar dulu oleh pak bupati,sampai benar-benar diperbaikan sesuai spesifikasi, suruh kontraktornya untuk bertanggung jawab," katanya.

Tidak hanya itu saja,lanjutnya kontraktornya bisa diberikan sanksi tegas. "Kita menangih janji pak Bupati yang akan melakukan blacklist terhadap kontraktor nakal,Ini salah satu buktinya (Kontraktor nakal)," pungkasnya. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Yusran Effendi,