27 Desember 2020

Dave Laksono Desak Kemlu Usut Tuntas TKW Tewas Nyaris Diperkosa di Selangor Malaysia

Berita Golkar - Pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial L (20) tewas dibunuh diduga hendak diperkosa di sebuah toko, di Selangor, Malaysia. Komisi I DPR RI mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk mengawal proses hukumnya dan mencari pelaku yang telah melenyapkan nyawa warga negara Indonesia (WNI) asal Sumatera Utara ini.

"Jadi pertama kita KBRI, Kemlu melalui KBRI ya itu harus membantu mengawal proses hukumnya ini, proses pencariannya agar sampai diketemukan pelakunya," kata anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Dave Akbarshah Fikarno, kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).

Dave menerangkan, KBRI telah membenarkan bahwa terduga pelaku juga merupakan seorang WNI. Untuk itu, Dave meminta pemerintah Indonesia melalui Kemlu menunggu langkah hukum selanjutnya setelah pelaku sudah tertangkap.

Baca Juga: Sinergi Saniatul Latifah, Ivan Wirata dan Sartono Bagikan Sembako dan Serap Aspirasi di Muaro Jambi

"Jadi ketika sudah ditemukan pelakunya proses hukumnya itu, baru kita bisa kita lihat apakah di proses di sana atau bisa diproses di Indonesia karena mengingat korban dan pelaku dua-duanya adalah WNI," ungkap Dave.

Dave mengungkapkan, pembunuhan WNI oleh sesama WNI bukan kali pertama terjadi luar negeri, meskipun kasusnya diselesaikan di Indonesia.

"Bukan hal yang baru, pernah kejadian ada beberapa kejadian, WNI membunuh sesama WNI di luar negeri dan akhirnya prosesnya hukumannya diselesaikan di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Ini Alasan Kader Golkar Enrekang Masih Ingin Dipimpin Muslimin Bando

Lebih lanjut, Dave meminta Kemlu menjamin perlindungan hukum bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Hal ini dilakukan agar kasus pembunuhan serupa tidak terulang.

"Tidak ada negara mana pun yang menginginkan atau membiarkan sampai ada pembunuhan di era modern seperti ini, akan tetapi ya kita harus meminta kepada seluruh pihak bahwa khususnya di mana TKI (tenaga kerja Indonesia) atau TKI kita itu berada bisa mendapatkan suatu perlindungan hukum dan jaminan keamanan dari negara setempat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, PMI berinisial L (20) ditemukan tewas di sebuah rumah toko (ruko) di Selangor, Malaysia. Diduga terjadi upaya pemerkosaan kepada L itu sebelum dibunuh.

Baca Juga: Blusukan ke Pallengoreng Biru, Andi Rio Idris Padjalangi Bagikan Paket Cinta dan Santuni Warga Lumpuh

"Info yang kami terima, sejauh ini mengingat pelaku juga masih dalam pencarian dugaan awal korban merupakan korban tindak pembunuhan, terdapat informasi dugaan upaya pemerkosaan," kata Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (26/12/2020).

Korban ditemukan di dalam kamar dari sebuah rumah toko (ruko) di Taman Seri Andalas, Klang, Selangor, Malaysia, pada Kamis (24/12) lalu. Korban ditemukan hanya menggunakan kaos alias setengah telanjang.

Polisi Malaysia masih memburu pelaku. Diduga, pelaku adalah seorang pria yang juga warga negara Indonesia (WNI). "(Pelaku) Masih dalam pencarian pihak Polisi Malaysia atau PDRM. Selain ini diduga pelaku berasal dari Indonesia," kata Yoshi.

Baca Juga: Catatan Akhir Tahun Bamsoet: Merawat Kehidupan di Sela Duka dan Kerusakan Akibat Pandemi COVID-19

Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan kabar yang beredar di media sosial (medsos) yang menyatakan pelaku sudah ditangkap. KBRI Kuala Lumpur menyatakan terus memantau kasus ini dengan berkomunikasi dengan PDRM.

Yoshi membenarkan kabar soal terduga pelaku juga merupakan warga negara Indonesia (WNI). Namun dia tak menyebut secara detail asal terduga pelaku.

"Informasi terakhir yang diterima dari KBRI pelaku yang diduga masih dalam pencarian pihak Polisi Malaysia atau PDRM. Selain ini diduga pelaku berasal dari Indonesia," kata dia. {detik}

fokus berita : #Dave Laksono