30 Desember 2020

Ace Hasan Nilai Pemerintah Berwenang dan Miliki Dasar Hukum Kuat Untuk Bubarkan FPI

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Tb Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemerintah memiliki kewenangan dan memiliki dasar hukum yang kuat dalam melarang aktivitas organisasi FPI.

"Kita semua sudah tahu rekam jejak FPI selama ini. Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan mengatur soal keberadaan organisasi kemasyarakatan," kata Ace melalui keterangan tertulisnya, Rabu (30/12).

Perppu itu mengatur soal organisasi kemasyarakatan tentang berbagai larangan terhadap ormas. Seperti, permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan. Melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia.

Baca Juga: Musa Rajekshah Bakal Panaskan Mesin Golkar di 33 Kabupaten/ Kota se-Sumut Awal 2021

Serta melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial; dan/atau melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. "Jadi, kebijakan Pemerintah ini jelas memiliki landasan hukumnya," kata Ace.

Ace menegaskan FPI secara de jure telah bubar sebagai organisasi masyarakat sejak 21 Juni 2019. Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap beraktivitas yang melanggar ketentuan hukum, seperti melakukan sweeping dan provokasi.

Apalagi dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan pemerintah, jelas sekali beberapa kasus yang melanggar sebagaimana rekam jejak FPI.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Imbau Masyarakat Waspadai Varian Baru COVID-19 Dari Inggris

"Seperti soal keterlibatan beberapa anggotanya ke dalam tindakan terorisme, melakukan sweeping yang berarti telah memposisikan dirinya sebagai penegak hukum, melakukan tindakan kekerasan dan lain-lain," kata Ace. {republika}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily