31 Desember 2020

Mantan Gubernur Lemhanas Prof Muladi Meninggal Dunia, Golkar Kehilangan Kader Terbaiknya

Berita Golkar - Mantan Menteri Kehakiman (sekarang Menteri Hukum dan HAM) yang juga politisi senior Partai Golkar Muladi meninggal dunia, Kamis (13/12/2020).  Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie juga mengabarkan wafatnya Prof Muladi melalui akun di Twitternya.

"Innalilahi wa inna ilahi rojiuun. Prof Dr Muladi SH (mantan Rektor Undip, Menteri Kehakiman dan Mensesneg) dikabarkan meninggal dunia pukul 06.45 WIB pagi ini," tulisnya.

Jimly Asshiddiqie mengajak untuk mendoakan almarhum agar wafatnya dalam keadaan husnul khotimah dan diterima di tempat terbaik oleh Allah SWT. "Mari kita doakan almarhum husnul khotimah dan diterima di tempat terbaik oleh Allah SWT. Alfatihah, amiin," kata dia.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengonfirmasi kabar tersebut. "Betul. Kami sudah mendapatkan kabar bahwa Prof Muladi telah meninggal dunia," kata Ace. Belum ada informasi lebih rinci soal penyebab wafatnya Muladi. Namun Rabu (16/12/2020), Muladi sempat dikabarkan positif Covid-19.

Prof Muladi sejak beberapa waktu lalu sempat dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Beliau sebelumnya membutuhkan donor plasma untuk mempercepat pemulihan, namun karena kondisi kesehatan lainnya donor tersebut tidak dimungkinkan.

"Bapak tidak bisa dimasukkan donor plasma, sehingga kita tunda. Kondisinya kadang baik kadang drop, tiga hari kemarin sudah baik, kita sudah lega tinggal menunggu siumannya, tiba-tiba tadi malam drop lagi," ujarnya.

Muladi menjabat sebagai Menteri Kehakiman di pengujung kekuasaan Presiden Soeharto (1998). Dia kemudian melanjutkan menjadi Menteri Kehakiman sekaligus menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada era Presiden BJ Habibie. Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Muladi menjadi Gubernur Lemhannas.

Ia merupakan politikus Partai Golkar, pernah menjabat ketua Mahkamah Partai Golkar. Ace mengenang Muladi sebagai sosok pemimpin yang baik. "Jabatan terakhir beliau sebagai Ketua Mahkamah Partai Golkar saat Partai Golkar menghadapi dualisme kepemimpinan. Namun dapat diselesaikan dengan baik," ujar Ace.

Ace mengatakan, Golkar sangat kehilangan atas kepergian Muladi. Ia menyebut Muladi adalah putra terbaik bangsa dan Golkar. "Semoga amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT," kata Ace.

Keluarga Muladi, berharap almarhum dimakamkan di Semarang, Jawa Tengah. "Kalau saya seperti yang bapak inginkan di Taman Makam Pahlawan, tapi keluarga maunya di Semarang," kata sang putri Listy Muladi, saat dihubungi di Jakarta.

Almarhum akan diberangkatkan hari ini ke Semarang jika tempat pemakaman sesuai dengan yang diinginkan oleh keluarga. "Kayaknya (tidak di semayamkan di rumah duka di Jakarta) langsung pakai ambulans ke Semarang (kalau jadi dimakamkan di Semarang)," ucapnya.

fokus berita : #Muladi #Ace Hasan