03 Januari 2021

Konsistensi Golkar Dukung Pemerintah Lambungkan Elektabilitas di Survei LKPI

Berita Golkar - Hasil survey yang digelar Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menempatkan PDIP dan Partai Golkar berada di urutan teratas jika Pemilu digelar pada saat ini. Survey tersebut dilakukan pada 20 – 27 Desember 2020 dengan jumlah responden 1.225 yang tersebar proporsional di 34 provinsi di Indonesia.

Partai Golkar yang dalam Pemilu 2019 menempati urutan kedua perolehan kursi terbanyak di DPR, dalam survey itu tetap mempertahankan posisinya. Elektabilitas partai yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto ini sebesar 15,2 persen dan hanya kalah dari PDIP sebesar 17,8 persen.

Konsistensi Partai Golkar adalah salah satu penyebabnya. Menurut pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, PDIP dan Golkar bisa di posisi pertama dan kedua karena dua partai ini konsisten.

Baca Juga: Cegah COVID-19, AMPG Aceh Bagikan Masker ke Para Pengguna Jalan

"Menurut analisa kualitatif saya, ini ada dua faktor yang bisa mempengaruhinya. Pertama, intinya bagaimana kinerja dari partai yang dicerminkan dari para kadernya bekerja. Kedua, adalah konsistensi," ujar Emrus Sihombing.

Golkar selama ini dinilai telah secara konsisten menjadi partai pendukung pemerintah yang setia. Sejak menjadi pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo pada 2016, Golkar terus berada di lingkaran pemerintah. Bahkan menjadi salah satu pengusung utama pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Selain itu juga faktor kinerja dari kader-kader mereka. Emrus menyatakan faktor kinerja kader partai yang dimaksud yakni mereka para kader yang menjadi legislatif, eksekutif dan kader partai yang tidak berada di posisi keduanya. Sejauh mana pengaruh para kader ini bisa mendongkrak elektabilitas partai.

Baca Juga: Kisah Anang Susanto, Berbakti Kepada Ibu Sejak Dari Kecil

"Kinerjanya para kader-kadernya ini dipantau masyarakat. Oleh karena itu, kinerja partai dilihat masyarakat bagaimana mereka membuat keputusan-keputusan legislatif di DPR dan DPRD dan eksekutif, maupun di luar dua posisi itu," tuturnya.

Ini tentunya berbeda dengan Partai Gerindra yang dalam survey LKPI anjlok di posisi ketujuh dengan elektablitas hanya 6,6 persen saja.

Gerindra berada di bawah Partai Demokrat, PKB, Partai Nasdem dan PKS. Emrus meyakini Gerindra memiliki persoalan konsisten. Partai yang diketuai Prabowo Subianto itu dinilai masyarakat cenderung tidak konsisten karena merapat ke koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2021, Yuni Abdi Nur Sulaiman Pimpin Kader Golkar Banjarmasin Sholat Hajat

Padahal, pada Pilpres 2019 lalu, Gerindra adalah rival dari PDI Perjuangan yang menjadi pengusung Jokowi, termasuk Partai Golkar.

"PDIP pertama dan Golkar urutan kedua, karena mereka konsisten. Konsisten dalam mendukung pemerintah. PDIP di masa SBY itu jadi oposisi dua periode. Sementara Gerindra kita lihat kemarin, mereka ini berada di persaingan di Pilpres 2014 maupun 2019. Sekarang mereka sudah ada di kabinet dua orang (menteri)," ucap Emrus.

Hasil Survey LKPI

PDI Perjuangan (17,8 persen)

Partai Golkar (15,2 persen)

Partai Demokrat (10,8 persen)

PKB (8,8 persen)

Baca Juga: Azis Syamsuddin Ungkap Almarhum Prof Muladi Sosok Yang Tak Pelit Berbagi Ilmu

Partai Nasdem (8,1 persen)

PKS (6,9 persen)

Partai Gerindra (6,6 persen)

PSI (4,2 persen)

PAN (3,1 persen)

PPP (2,9 persen)

Partai Hanura (1,6 persen)

Parpol lain di bawah 0,5 persen. {tribunnews}

fokus berita : #Emrus Sihombing