06 Januari 2021

Wakil Walikota Terpilih Ramadhani Bakal Ambil Alih Golkar Kota Solok Dari Yutris Can, Ada Apa?

Berita Golkar - Beredar kabar mantan Anggota DPRD Solok Ramadhani Kirana Putra yang juga Wakil Walikota Solok terpilih, bakal “mengambil alih” kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Solok.

Pilkada 9 Desember 2020 lalu, Ramadhani maju di Pilkada mendampingi petahana Zul Elfian dengan diusung Partai NasDem, PAN dan PKS. Padahal, Partai Golkar mengusung Ketua DPD Partai Golkar Yutris Can berpasangan dengan Irman Yefri Adang, diusung Golkar dan Demokrat.

Artinya, Ramadhani di Pilkada 2020 lalu menolak keputusan dan aturan partai yang telah mengusung Yutris Can-Irman Yefri Adang. Sementara itu, DPD Golkar Solok bakal menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dengan agenda memilih Ketua DPD Golkar Periode 2020-2025.

Baca Juga: Hetifah Minta Kedepankan Prinsip Kehati-hatian Dalam Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Plt Ketua DPD Golkar Solok Iqra Chissa menyatakan Kota Solok akan segera memiliki Ketua DPD yang baru, pengganti Yutris Can yang sudah menjabat 2 periode.

Dalam rakor keempat di kantor DPD Golkar Kota Solok, Selasa (5/1/2021), Iqra Chissa menyatakan Kota Solok merupakan salah daerah yang menjadi kekuatan Partai Golkar di Sumbar.

“Kota Solok adalah salah satu kekuatan Partai Golkar di Sumbar. Terbukti, di Pileg 2019 lalu, Partai Golkar tetap menjadi pemenang di Kota Solok. Pada Pileg 2014, Partai Golkar menang di 13 daerah di Sumbar, namun pada Pileg 2019 lalu, Partai Golkar hanya menang di dua daerah. Yakni Kota Solok dan Solok Selatan,” kata Iqra.

Rakor dihadiri Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbar Helmi Putra dan Wakil Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumbar, Patrise Remoelba.

Baca Juga: Puji Blusukan Mensos Risma Tiru Jokowi, Ace Hasan Ingatkan Berbagi Peran Layanan Sosial Dengan Pemda

Kedatangan rombongan diterima Sekretaris DPD Golkar Kota Solok Fauzi Rusli, Ketua Harian Armon Amir, Ketua Fraksi Partai Golkar Kota Solok Nasril In Dt Malintang Sutan, Anggota Fraksi Nurnisma dan Andi Marianto.

Kemudian para kader, organisasi sayap serta organisasi yang mendirikan dan didirikan oleh Partai Golkar.

Iqra Chissa berharap para kader dan kepengurusan DPD Golkar Solok tidak terpecah-belah. Sehingga, Musda bisa digelar dalam kondisi 1 arah dan 1 irisan dengan DPD Golkar Sumbar dan DPP Golkar.

Iqra juga menyatakan, saat ini ada 15 daerah dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar yang melaksanakan Musda. Sehingga DPD Golkar Sumbar kini menatap Pileg 2024, dengan kekuatan baru yang dipersiapkan jauh-jauh hari.

Baca Juga: Marwan Hamami Dinilai Sosok Paling Ideal Lanjutkan Kebaikan Golkar di Sukabumi

“Ini adalah momentum bagi Partai Golkar untuk mendorong kekuatan baru, tanpa menghapus impian kader lama. Saat ini, kader militan Golkar sudah banyak yang uzur. Kita butuh kekuatan kader muda, dan merangkul pemilih milenial dan mengkaderkan tokoh-tokoh muda.

Hal itu harus dibangun sedini mungkin. Sehingga, di 2024 nanti, tidak ada lagi Caleg musiman. Tapi kekuatan dan kebesaran Golkar harus dibangun dari awal dan sedini mungkin,” ujarnya.

Terkait Musda DPD Partai Golkar Kota Solok, Iqra menyatakan pihaknya sudah membentuk kepanitian dengan steering comitte (SC) Nasril In Dt Malintang Sutan dan Organizing Comittee (OC) Andi Marianto.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Data Atlet, Pelatih dan Ofisial Untuk Disuntik Vaksin COVID-19 Awal

Selain itu, kepanitian juga sedang mempersiapkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), administrasi para pemilik suara di Musda, SK tingkat kecamatan dan SK tingkat kelurahan.

“Kami berharap, pelaksanaan Musda bisa berjalan searah dan sesuai dengan irisan DPD Golkar Sumbar dan DPP. Jika belum, SK Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Solok akan terus saya perpanjang,” kata Isra.

Iqra Chissa juga menegaskan adanya keinginan dan wacana untuk memilih kembali mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Solok dan Ketua DPRD Kota Solok tiga periode, Yutris Can, peluangnya sangat tipis.

Baca Juga: Baiq Isvie Rupaeda Bantah Dirinya Bakal Maju di Musda Golkar NTB

Menurutnya, para pendukung Yutris Can harus mengajukan diskresi, karena Yutris Can sudah dua periode memimpin DPD Golkar Kota Solok.

“Peluang Diskresi untuk Yutris Can sangat tipis. Hal seperti ini juga pernah dilakukan oleh 3 DPD pada 2106 lalu, yakni Khairunnas dari Solok Selatan, Desra Ediwan dan Kabupaten Solok dan Arrival Boy dari Kabupaten Sijunjung,”

Diskresi hanya didapat oleh Arrival Boy. Saat itu, Arrival Boy adalah Wakil Bupati Sijunjung. Sementara, Khairunnas dan Desra Ediwan, kalah di Pilkada 2015. Dari pengalaman itu, artinya diskresi hanya akan diberikan ke yang menang.” {patrolmedia}

fokus berita : #Ramadhani Kirana Putra #Iqra Chissa