07 Januari 2021

Azis Syamsuddin Desak Kemlu Proaktif Selamatkan ABK WNI Yang Ditahan Garda Revolusi Iran

Berita Golkar - Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyoroti langkah Pasukan Garda Revolusi Iran yang telah menyita sebuah kapal tanker kimia berbendera Korea Selatan (Korsel), Hankuk Chemi yang berlayar di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Azis mengungkapkan, berdasarkan informasi yang berkembang menyebutkan bahwa adanya dua Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut ditahan.

“Kementerian Luar Negeri (Kemlu) harus aktif dalam membebaskan ABK WNI yang turut ditahan oleh Iran. Segala jalur komunikasi agar diintensifkan dalam mengetahui keadaan para ABK WNI tersebut, memberi pendampingan serta dibebaskan dengan segala kemampuan yang kita miliki,” ujar Azis dalam keterangan resminya yang diterima Parlementaria, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2020, Bupati Wihaji Salurkan Rp.2 Miliar Untuk Yatim Piatu di Batang

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu mendesak Kemlu untuk paralel berkoordinasi melalui Kedutaan Besar Korsel dalam memantau perkembangan isu ini. Azis menegaskan, di tengah situasi saat ini bukan saatnya berbicara politik, namun keselamatan ABK yang menjadi prioritas.

Azis mengungkapkan, Indonesia memiliki hubungan baik dengan Iran yang menjadi modal besar dalam mengatasi persoalan tersebut sesegera mungkin. Azis berharap, Iran dan Korea Selatan bisa saling menghargai dan segera menuntaskan persoalan ini agar tidak berkelanjutan dan tidak terulang di masa mendatang.

“Saya mengharapkan kondisi seperti ini tidak terulang, khususnya saat dunia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19. Saya berharap, dunia dapat mengedepankan diplomasi yang konstruktif dan positif. Terlebih, jalur pelayaran menjadi sangat penting dalam menunjang perekonomian.

 

Baca Juga: Azis Syamsuddin Nilai Rekrutmen Guru Jadi PPPK Jangka Panjang Bakal Turunkan Mutu Pendidikan

Mari saling membantu dan mempermudah, jangan dipersulit. Keberatan bisa disampaikan melalui nota diplomatik maupun instrumen-instrumen hukum internasional” tutup Politisi Partai Golkar itu.

Pemerintah Korsel telah mengirimkan kapal perang dan pasukan khusus ke wilayah tersebut dalam rangka mengantisipasi langkah-langkah yang dirasa perlu. Korsel menuduh Iran menyandera kapal tanker Hankuk Chemi.

Kemlu Indonesia melalui Juru Bicara Teuku Faizasyah mengatakan Menlu Retno Marsudi telah memerintahkan Dubes Indonesia segera membuka komunikasi dengan Iran terkait nasib dua ABK WNI. {dpr}

fokus berita : #Azis Syamsuddin