09 Januari 2021

Soal Vaksinasi COVID-19, Walikota Bekasi Rahmat Effendi Minta Belakangan Saja

Berita Golkar - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan seorang pemimpin mestinya masuk dalam kelompok paling akhir yang menerima vaksinasi Covid-19. Menurut dia, seharusnya yang diutamakan adalah para tenaga kesehatan.

"Harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan, bahwa pemimpin harus divaksin dulu, sementara nakesnya belakangan" kata Rahmat dalam keterangannya, Jumat (8/1) malam.

Pepen, sapaan akrabnya menuturkan, proses vaksinasi yang rencananya akan dimulai serentak pada 13-14 Januari tidak dilihat dalam sudut pandang takut atau tidak takut.

 

Baca Juga: Puteri Komarudin Harap Hadirnya LPI Bisa Kontribusi Perbaikan Iklim Investasi RI Ke Depan

Menurut dia, vaksinasi mestinya dilihat dalam sudut pandang pihak yang paling mementingkan, misalnya para tenaga kesehatan (nakes). "Yang penting dulu siapa yang berhubungan setiap hari dengan pandemi, berarti tenaga nakes," katanya.

"Kalau saya ngambil jatah tenaga nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan," tambahnya.

Namun demikian, Pepen mengaku tetap bersedia bila harus menjadi pihak atau kelompok pertama yang akan disuntik vaksin. Meski begitu, ia meminta agar kuota vaksin lebih dulu diutamakan kepada para tenaga kesehatan.

Baca Juga: Anugerah Times Indonesia 2020, Agun Gunandjar Sabet Positive News Maker Priangan Timur

"Kalau nanti ternyata antara kuota dengan kuantiti yang ada dari nakes itu terpenuhi dan masih ada space (ruang), tentunya bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan vaksinasi yang akan kita tetapkan selanjutnya," katanya.

Kota Bekasi total menerima 11.983 dosis dari total 500 ribu dosis vaksin yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya saat ini masih menunggu masukan dari Dinas Kesehatan untuk memulai proses vaksinasi. {cnnindonesia}

fokus berita : #Rahmat Effendi