12 Januari 2021

Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun, Ace Hasan Ingatkan Jangan Mudah Terpesona Tokoh Agama

Berita Golkar - Komisi VIII DPR RI ikut angkat bicara mengenai penulis kontroversial Harun Yahya alias Adnan Oktar yang divonis 1.000 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan seksual. Komisi VIII DPR meminta kasus Harun Yahya dijadikan pelajaran oleh masyarakat Indonesia.

"Ini pelajaran untuk kita semua. Jangan gampang terpesona dengan tokoh yang selalu menggunakan simbol agama yang justru kelakuannya bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Syadzily Hasan kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Ace mengatakan, di Indonesia, Harun Yahya dikenal atas pandangannya yang berbeda dengan teori Charles Darwin soal evolusi. Harun Yahya, kata dia, kerap mendasarkan argumen tulisannya pada perspektif Al-Qur'an.

Baca Juga: Dasril Kembali Turun Tangan Bagikan Sembako Untuk Warga Bukit Bestari Terdampak Banjir

"Memang Harun Yahya di Indonesia dikenal sebagai penulis Islam yang berbeda dengan pandangan teori evolusi. Argumen-argumennya selalu mendasarkan pada pandangan kitab suci, termasuk Al-Qur'an," ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar itu pun turut prihatin atas kejadian tersebut. Ace juga mengajak semua pihak menghargai vonis hukum yang dibuat Pengadilan Turki terhadap Harun Yahya.

"Tentu kita prihatin ya atas tindakan Harun Yahya yang terbukti dalam pengadilan Turki telah terbukti melakukan tindakan pemerkosaan. Kita harus hormati pengadilan Turki yang telah menjatuhkan vonis terhadap Harun Yahya," ujarnya.

Baca Juga: Sampaikan Duka Cita, Azis Syamsuddin Minta Publik Tak Berspekulasi Soal Kecelakaan SJ 182

Untuk diketahui, Pengadilan Turki menghukum penulis kontroversial Harun Yahya alias Adnan Oktar 1.000 tahun penjara. Harun Yahya dituduh melakukan kejahatan seks terhadap perempuan yang menjadi pengikutnya atau 'kittens.'

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (12/1), pengadilan itu digelar pada Senin (11/1). Laporan dari stasiun televisi swasta, Harun Yahya dijatuhi hukuman 1.075 tahun karena kejahatan termasuk kekerasan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, serta percobaan spionase politik dan militer.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Harun Yahya, Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun. {news.detik}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily #Harun Yahya