15 Januari 2021

Dominasi Runtuh Usai Ditinggal Trah Yasin Limpo, Taufan Pawe Minta Golkar Gowa Lakukan Ini

Berita Golkar - Partai Golkar Gowa hanya meraih tiga kursi DPRD Gowa dari tujuh daerah pemilihan di Gowa. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan raihan Golkar dalam dua kali Pileg, sebelumnya sembilan kursi. Golkar Gowa harus kehilangan kursi ketua, bahkan gagal membentuk satu fraksi utuh di DPRD Gowa.

Sebaliknya, tiga mantan kader Golkar berhasil lolos meski telah berganti partai. Seperti Mussaddiyah Rauf lolos lagi sebagai anggota DPRD Gowa lewat partai Demokrat. Bahkan Istri Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni Karaeng Kio tersebut mencatatkan suara terbanyak yakni 9.236 suara.

Tak ketinggalan Irmawaty Chaeruddin juga lolos ke DPRD Gowa melalui Perindo. Sementara Muh Ansar Zainal Bate naik level. Mantan anggota DPRD Gowa lima periode tersebut melanggeng ke kursi parlemen Sulsel lewat Perindo.

Baca Juga: Munafri Arifuddin Dijagokan Pimpin Golkar Kota Makassar

Sebelumnya, dalam dua kali Pileg di Gowa, 2009 dan 2014, Partai Golkar Gowa yang dipimpin Tenri Olle Yasin Limpo selalu keluar sebagai pemenang. Pemilu 2014, Golkar meraih sembilan kursi. Mengalahkan Gerindra 8 kursi, PPP 6 kursi, dan PAN 5 kursi. Golkar mendudukkan kadernya Muh Ansar Zainal Bate sebagai Ketua DPRD Gowa.

Sementara Pemilihan Legislatif Provinsi Sulsel, Golkar menyumbang tiga kursi di Dapil III Sulsel meliputi Gowa dan Takalar. Dua diantaranya, politisi Golkar asal Gowa Tenri Olle Yasin Limpo dan Rahmansyah. Lima tahun sebelumnya, Pemilu 2009, Golkar juga mendominasi Pileg Gowa.

Golkar meraih sembilan kursi dan mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPRD Gowa, Tenri Olle Yasin Limpo. Sinar Partai Golkar di Gowa tidak lagi terang benderang sejak dua tahun terakhir.

Baca Juga: Ilham Pangestu Dukung Dinda dan Irwandi Perkenalkan Budaya Aceh ke Mancanegara

Partai berlambang pohon beringin tersebut meredup dan dominasinya runtuh sejak ditinggal trah Yasin Limpo. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Gowa dan DPD II kabupaten/kota di Sulsel yang meredup diminta berbenah.

Sebanyak 24 DPD II Golkar se-Sulsel diberikan tenggat waktu menggelar Musyawarah Daerah (Musda) paling lambat Maret 2021.

“Plt ketua DPD II Golkar khususnya daerah yang jumlah perolehan kursinya kurang agar bekerja lebih keras agar menghasilkan ketua mampu membesarkan Golkar,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel M Taufan Pawe, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Disuntik Vaksin COVID-19, Bamsoet Ingatkan Tetap Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Apalagi, target Golkar menjadikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartato sebagai Presiden. “Target kita di pemilu kemenangan. Itu sudah harga mati. Bahwa simbol partai kami harus posisi RI 1,” tegas TP akronim namanya.

Musda Golkar digelar untuk membentuk kepengurusan baru serta membenahi sturuktur partai. Taufan Pawe meminta kepada 16 Pelaksana tugas (Plt) ketua DPD II melakukan pembenahan. Termasuk mengevaluasi jumlah kursi DPRD yang turun.

Khusus Golkar Gowa, sinarnya telah meredup sejak ditinggal trah Yasin Limpo. Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengundurkan diri sebagai Plt Ketua Golkar Gowa 2017. Pengunduran dirinya diikuti sejumlah loyalis mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, ayah kandung Adnan.

Baca Juga: Raski Mokodompit Tegaskan Fraksi Golkar DPRD Sulut Siap Divaksin COVID-19

Tujuh anggota DPRD Gowa dari Fraksi Golkar mengundurkan diri. Mereka, Kasim Sila, Mussaddiyah Rauf, Syamsuarni Taco, Hasmawati Lino, Irmawaty Chaeruddin, Akbar Danu Indarta, hingga Ketua DPRD Gowa ketika itu Muh Ansar Zainal Bate. Ketujuh anggota DPRD Gowa itu memutuskan berlabuh ke partai lain. Pada Pileg 2019, Golkar tak lagi mendominasi. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Taufan Pawe