21 Januari 2021

Christina Aryani Harap Pemerintahan AS Di Bawah Joe Biden Bisa Jadi Mitra Penting RI Perangi COVID-19

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Christina Aryani berharap dilantiknya Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) menjadi momentum untuk menguatkan hubungan strategis antara Indonesia dengan AS.

Ia mengatakan, banyak hal yang harus dikuatkan antara Indonesia dengan AS, termasuk untuk memerangi pandemi Covid-19.

"Dalam konteks perang bersama pandemi Covid-19, di bawah Presiden Biden, AS dapat menjadi mitra penting Indonesia," ujar Christina melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Ormas MKGR Turun Tangan Bagikan Sembako dan Obat-Obatan Untuk Warga Kalsel Terdampak Banjir

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membangun langkah-langkah strategis dan upaya diplomasi. Tujuannya adalah untuk memerangi wabah Covid-19 di Tanah Air yang belum menunjukkan akan berakhir.

Selain itu, beberapa aspek yang menjadi perhatian lainnya adalah menyangkut janji kampanye Biden yang mendorong kenaikan upah minimum federal. Menurut Christina, hal itu akan berdampak pada daya beli masyarakat yang menjadi peluang untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke AS.

"Kami memprediksi adanya perhatian khusus yang akan diberikan Presiden Biden terhadap Indonesia yang selain memiliki posisi dan peran strategis di jantung Indo Pasifik, juga merupakan negara muslim terbesar di dunia," kata dia.

Baca Juga: Susun Peta Jalan Pendidikan Nasional, Hetifah Minta Kemendikbud Libatkan Organisasi Pendidikan

Menurut dia, watak kepemimpinan inklusif yang selama ini dikampanyekan Biden-Haris sebagai agenda besar demokrasi juga menjadi kesempatan baik bagi kedua negara. Terutama dalam hal membangun kerja sama ke depannya.

Selain itu, secara khusus pihaknya juga mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memulai proses agar Indonesia kembali memiliki duta besar definitif di AS.

"Sehingga akselerasi hubungan kedua negara dapat segera dijalankan. Karena posisi ini kosong pasca ditugaskannya Dubes Lutfi sebagai Menteri Perdagangan," kata dia.

Diketahui, Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS ke-46. Keduanya berhasil memenangkan pemilihan Presiden AS setelah mengalahkan Donald Trump yang merupakan Presiden AS sebelumnya. {nasional.kompas}

fokus berita : #Christina Aryani