23 Januari 2021

Bupati Bulungan Terpilih Syarwani Siap Rebut Kursi Ketua Golkar Kaltara

Berita Golkar - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Utara (Kaltara) bakal terselenggara awal 2021 ini. Sebelumnya, pemilihan orang nomor satu di Golkar Kaltara itu direncanakan tahun lalu. Namun karena kesibukan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), agenda tersebut ditunda.

Informasinya, jadwal Musda tersebut masih menunggu persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Namun demikian, bursa pemilihan sudah mulai terlihat. Bahkan, tahun lalu nama Wakil Walikota Tarakan Effendhi Djuprianto telah mendaftar sebagai kandidat ketua.

Selain itu, Bupati Bulungan Terpilih, Syarwani juga belakangan dikabarkan mengincar posisi orang nomor satu di Golkar Kaltara. Kepada media, dia mengakui kabar tersebut, dan mengaku siap berkompetisi.

Baca Juga: Pembentukan Kampus UIII Depok, Ace Hasan Ingin Indonesia Jadi Kiblat Studi Islam Dunia

“Sebagai kader partai, saya harus menyatakan siap untuk maju sebagai salah satu calon yang ikut meramaikan bursa pemilihan ketua DPD Golkar Kalimantan Utara,” ujar Syarwani, Jumat (22/1/2021).

Untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu, mantan anggota DPRD Kaltara tersebut mulai membangun komunikasi. Khususnya terhadap para pemilik suara baik DPD II tingkat kabupaten/kota maupun organisasi masyarakat yang dibentuk dan organisasi sayap Golkar.

“Komunikasi tetap kita bangun dengan para pemilik suara, pemegang suara. Dalam hal ini melalui lima DPD Golkar yang ada di kabupaten/kota, termasuk juga beberapa ormas. Baik yang didirikan dan mendirikan maupun organisasi sayap partai Golkar,” ungkapnya.

Baca Juga: Gugatan Mahyunadi-Lulu Kinsu Diterima MK, Sidang Sengketa Pilkada Kutim 26 Januari 2021

Sebelumnya, Sekretaris DPD I Partai Golkar Kaltara, Suharno menyebutkan, yang memiliki hak suara pada musda mendatang adalah DPD II Partai Golkar di kabupaten dan kota. Kemudian, peserta musda lainnya adalah sayap partai, seperti AMPG dan KPPG. Termasuk ormas yang didirikan dan mendirikan. Seperti Kosgoro, AMPI, SOKSI, Al-Hidayah dan ormas lainnya.

“Itu akan nanti mengikuti pelaksanaan musda mempunyai hak suara nantinya dengan nanti melihatkan SK kepengurusannya,” sebut Suharno. {korankaltara}

fokus berita : #Syarwani