23 Januari 2021

Bobby Rizaldi Sebut Komcad Jawaban Untuk Jembatani Kurangnya Rasio Prajurit dan Luas Wilayah RI

Berita Golkar - Rencana pemerintah membentuk Komponen Cadangan (Komcad) dinilai positif oleh beberapa kalangan. Komcad dinilai dapat diberdayakan pemerintah pula dalam penanganan pandemi COVID-19.

Pembentukan Komcad ini termuat dalam PP Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara. Dalam PP itu, termuat soal implementasi bela negara bagi masyarakat umum.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldy menilai kehadiran Komcad bisa menjadi solusi untuk menyeimbangkan jumlah prajurit dengan penduduk di setiap wilayah Indonesia.

 

Baca Juga: Golkar Serahkan Sembako Hingga Penjernih Air Senilai Rp.4,75 Miliar Untuk Korban Bencana Kalsel-Sulbar

"Komcad tentu diperlukan karena rasio jumlah prajurit dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, sangat jauh tidak berimbang, kiranya ada eskalasi dalam keadaan tertentu di saat perang atau pun OMSP (operasi militer selain perang) lainnya," kata Bobby kepada wartawan, Sabtu (23/1).

OMSP yang dimaksud seperti yang terjadi saat ini dalam penanganan pandemi COVID-19. Hadirnya Komcad dinilai dapat membantu peran pemerintah.

"Contohnya saat sekarang, di mana ada eskalasi penanganan COVID-19, nakes kurang. Komcad ini bisa diaktifkan, karena ada pelatihan dan skill ini terpelihara, terorganisasi, sehingga saat dibutuhkan, tinggal diaktivasi," ujar Bobby.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Desak KKP Benahi Birokrasi Internal dan Fokus Sedikit Program Berdampak Besar

 

Politikus Golkar ini juga menilai bahwa Komcad bisa membekali masyarakat dengan sejumlah kemampuan. Bukan hanya soal kombat, tapi pengetahuan lainnya dalam menangani pandemi seperti ini

"Skill Komcad bukan hanya fokus pada kemampuan kombatan, tapi siap juga menghadapi perang format lain (hibrida/perang tanpa deklarasi) termasuk seperti perang biokimia seperti pandemi ini bila tidak bisa diselesaikan oleh infrastruktur kesehatan sipil," ujarnya.

"Ini sudah menjadi kajian dunia, seperti pandemi sebelum-sebelumnya," tambahnya.  Di sisi lain, hadirnya Komcad dianggap lebih baik ketimbang merekrut lebih banyak prajurit. Sebab hal itu membutuhkan biaya yang lebih besar lagi.

Baca Juga: KPPG Kota Medan Sumbangkan 42 Al Quran dan Sembako Untuk 2 Rumah Tahfidz

"Daripada merekrut lebih banyak prajurit reguler yang pastinya biaya lebih besar, Komcad adalah jawaban untuk menjembatani kurangnya rasio prajurit dengan jumlah rakyat dan luasan wilayah RI," ucapnya. {kumparan}

fokus berita : #Bobby Rizaldi