25 Januari 2021

Apa Salah Airlangga Hartarto?

Berita Golkar - Tahun 2021 adalah tahun yang bakal sedikit sekali penulis yang mau menulis. Entah mengapa. Ada semacam “tekad” di kalangan penulis untuk tak banyak lagi menulis. Saya tentu membaca itu di Instagram sejumlah penulis.

Tentu, bukan penulis ecek-ecek, melainkan penulis yang bertenaga, becek, dan tak receh. Ketika melacak sejumlah tulisan yang saya tulis saja tanpa tahu kemana dikirim, terdapat fakta yang unik. Ratarata nama menteri yang saya tulis kena reshuffle, atau kena masalah. Bingung juga, kenapa sampai bisa begitu.

Nah, bagaimana kalau memulai tahun ini saya menulis tentang Airlangga Hartarto? Dalam puncak kegetolan saya menulis dua puluh tahun lalu, setidaknya 60an hingga 70an artikel saya tulis untuk media massa cetak.

Baca Juga: Gugatan Mahyunadi-Lulu Kinsu Diterima MK, Sidang Sengketa Pilkada Kutim 26 Januari 2021

Nah, patutkah saya juga bertanya, kenapa hingga akhir Januari yang penuh hujan ini, baru satu artikel ini yang saya tulis? Dan isinya apa juga, tergantung kemana arah ketikan. Tak ada ide, terkecuali sekadar kesaksian kecil saja. Berguna atau tidak, entahlah.

Yang ingin saya tulis pertama kali sebetulnya kasus seorang perempuan yang tidur dengan seorang laki-laki, lalu seiisi media massa mempercakapkan secara serial entah serius entah sedang sial akibat tak ada lagi yang dibaca orang, selain kisah perselangkangan itu.

Tapi buat apa saya tulis, jika menjadi serius lagi? Lalu, ada apa dengan Airlangga Hartarto?

Dalam kapasitas sebagai Pengurus Badan Pengendali dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, saya berkesempatan berdiskusi dengan Airlangga bukan di tempat umum. Tetapi, di rumah pribadi beliau.

Baca Juga: Cari Suksesor Thoriq Husler, Golkar Luwu Timur Bakal Gelar Musda Akhir Februari 2021

 

Nah, masalahnya, kapan terakhir kali bertemu, itupun saya perlu lacak dalam akun media sosial yang saya pakai. Kenapa? Terkait dengan judul tulisan ini. Berhubung saya masih belum sepenuhnya vit, sementara tulisan ini begini dulu. Sembari saya lacak, tentu, kapan terakhir kali berjumpa Airlangga.

Plus, dari hasil pelacakan itu, bakal saya konfirmasi ke seluruh akun yang dimiliki Airlangga. Saya tiap hari bisa memantau, apa saja yang dilakukan Airlangga. Lumayan, di facebook, pernah akun saya dinyatakan sebagai influencer akun Airlangga yang lumayan rajin melongok.

Ya, dibandingkan dengan akun-akun seleb manapun, akun Airlangga ternyata sepi dalam sunyi. Tak banyak yang nge-like. Padahal, isinya penting. Paling tidak bagi siapapun yang ingin menjadi analis.

Baca Juga: KPU Tetapkan Fadia Arafiq-Riswadi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Terpilih

Atau, bagaimana kisah harian seorang tokoh sekaliber Airlangga. Dari informasi yang saya tahu, saya akan konfirmasi ke akun-akun Airlangga. Ya, saya akui, saya termasuk yang dapat cerita bahwa Airlangga kena Covid 19.

Informasi yang teramat pendek. Sebelum saya menemukan kapan terakhir berjumpa Airlangga, saya perlu sampaikan sedang menyusun satu agenda acara.

Yakni, Larung Korsa Airlangga yang bertepatan dengan Hari Bela Negara, tanggal 19 Desember 2020. Hanya saja, saya kesulitan bersua dengan Airlangga. Satu informasi penting datang dari Hasrul Rahman, Wasekjen DPP Partai Golkar.

Baca Juga: Dewan Nasional AMAN Kecewa Fraksi Golkar Tolak RUU Masyarakat Hukum Adat Masuk Prolegnas Prioritas 2021

“Ketum kena, Bro. Lagi isolasi. Baru bisa aktif tanggal 18 Desember 2020,” ujar Hasrul, ketika saya telepon.

Saya langsung bertanya kepada staf Ketua Umum Airlangga, tanggal 6 Desember 2020. “Apa kabar Ketum? Kabarnya isolasi mandiri?” Tidak ada jawaban.

Demi mendapatkan informasi yang makin valid, saya bertanya kepada seorang menteri. Beliau menyebutkan bahwa Menteri Koordinator Perekonomian masih memimpin rapat secara virtual. Lumayan banyak saya mendiskusikan soal kabinet.

Dua infomasi yang berbeda. Yang jelas, dalam aktivitas kepartaian, Airlangga sama sekali sudah tidak lagi aktif. Sementara dalam kegiatan kenegaraan, Airlangga tetap memimpin dengan penuh semangat.

Baca Juga: Semprot Siti Nurbaya, Dedi Mulyadi: Menteri LHK Tugasnya Rawat Alam Bukan Salahkan Cuaca

Apa yang dilakukan Airlangga? Jadi, tanpa perlu bertanya kepada Airlangga, setidaknya saya mau berselncar di antara akun-akun Airlangga untuk memberi saya data: kapan Airlangga positif Covid 19?

Mari kita lacak. Lewan akun twitter @airlangga_hrt. 5 Desember: “Partisipasi pemilih menjadi salah satu kunci sukses pelaksanaan pilkada. Untuk itu kepada masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, ayo gunakan untuk berpartisipasi di pilkada demi kemajuan daerah yang lebih baik.”

7 Desember:” Program vaksinasi menjadi bagian paling kritikal dari upaya pemerintah menangani pandemi. Sebagai langkah awal, pemerintah baru saja mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac Biotech.”

Baca Juga: Bamsoet Ingatkan Listyo Sigit Prabowo Tak Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum

8 Desember: “Di situasi pandemi ini, pemerintah menjadikan UMKM sebagai salah satu sektor prioritas yang harus terlebih dahulu pulih.

9 Desember: “Salam. Berikut ini potongan wawancara saya dalam B-Talk Kompas TV terkait kedatangan vaksin sebagai langkah nyata pemerintah dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. Silahkan tonton pada facebook saya Airlangga Hartarto."

10 Desember: “Dalam rangka penyempurnaan Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan Presiden terkait UU Cipta Kerja, pemerintah menggelar acara serap aspirasi publik di sejumlah daerah.”

Baca Juga: Gantikan Syahrul Lung, Asmadi Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Padang Pariaman

Setidaknya saya mau berselncar di antara akun-akun Airlangga untuk memberi saya data: kapan Airlangga positif Covid 19? Nanti, saya akan cerita. Sekarang saya mau istirahat lagi. Demikian…

Oleh Indra J Piliang

(Tulisan Ini Belum Selesai) 

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Indra J Piliang