27 Januari 2021

Hasan Basri Agus Kritisi Program Mubadzir Kemenhub Hingga Tagih Investigasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Berita Golkar - Kementerian Perhubungan mampu menyerap anggaran hingga 95,58 persen pada tahun anggaran 2020. Keberhasilan itu diapresiasi oleh anggota DPR RI, H Hasan Basri Agus (HBA).

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada jajaran Kemenhub, atas prestasi yang sudah dicapai.

“Itu sudah luar biasa. Tidak mungkin capaiannya bisa 100 persen. Tentu saja ada kendala dan program yang tertunda,” ujar HBA pada Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kemenhub, Senin kemarin.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Kementan Atasi Masalah Pertanian Dengan Utamakan Kearifan Lokal

Selain memberi apresiasi, anggota DPR RI asal Jambi ini juga mengkritik beberapa program Kemenhub yang gagal, atau tidak sesuai harapan. Misalnya pemasangan rambu-rambu sungai.

“Rambunya memang sudah terpasang. Tapi hurufnya kecil-kecil, kurang terbaca. Disamping itu saat ini sudah banyak tiangnya yang roboh,” kritik HBA.

HBA juga menemukan pembangunan ponton yang hasilnya mubazir. Ponton tidak berfungsi seperti yang direncanakan. HBA minta penjelasan tentang kendalanya secara detil.

“Saya minta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengawasi betul proyek-proyek ini. Ini peran siapa sebenarnya. DPR hanya memberi informasi dari hasil turun ke lapangan,” tegas HBA.

Baca Juga: Arif Fathoni Desak PT YKP Maksimalkan Fungsi Sediakan Rumah Murah Untuk Warga Kota Surabaya

HBA juga minta kepada Menteri Perhubungan agar menaikkan tipe Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah V Provinsi Jambi, menjadi tipe A, setara eselon II/a.

“Selama ini balai-balai di Jambi dijabat eselon III/a. Pertimbangannya, cakupan kerja balai seringkali berhubungan dengan instansi dan lembaga setingkat eselon II, seperti kapolda dan lainnya,” jelas HBA.

Gubernur Jambi periode 2010 – 2015 ini juga minta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambah panjang runway Bandara Sultan Thaha, Jambi. Pembebasan lahan sepanjang 3.000 meter harus segera diselesaikan.

Baca Juga: Tuntutan JPU ke Jaksa Pinangki Terlalu Ringan, Supriansa: Kalau Saya Jaksa Agung Langsung Mengundurkan Diri

Menyinggung musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 belum lama ini, HBA kembali meminta Menhub Budi Utomo Santoso menjelaskan penyebabnya.

“Kami harus tahu penyebab jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu itu. Apa yang sebenarnya terjadi, harap Menteri Perhubungan menjelaskannya secara detil,” kata HBA. {jamberita}

fokus berita : #Hasan Basri Agus