28 Januari 2021

Mesir Suryadi Nilai Golkar NTB Butuh Pemimpin Yang Mampu Maksimalisasi Seluruh Potensi Partai

Berita Golkar - Teka-teki siapa nakhoda DPD Golkar NTB berikutnya masih menjadi misteri. Sejumlah figur yang muncul dianggap punya peluang dan kesempatan sama untuk terpilih.

Sebanyak 15 pemilik suara pun masih menutup rapat-rapat arah dukungan. Mereka antara lain 10 DPD kabupaten/kota, organisasi sayap pendiri, organisasi saya yang didirikan, dewan pembina, ketua DPD Golkar NTB demisioner, dan DPP Golkar.

“Kami berharap (calon ketua, Red) yang punya komitmen membangun komunikasi dan koordinasi dengan Dewan Pertimbangan,” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar NTB H Mesir Suryadi.

Baca Juga: Musda Digelar Februari 2021, Taqwa Muller Berpeluang Besar Pimpin Golkar Luwu Timur

Sejauh kandidat yang muncul, Mesir menilai belum ada figur yang terlihat memenuhi kriteria itu. “Itu yang kita harapkan, tetapi (sejauh yang muncul) belum ada (sampai dengan kemarin),” ulasnya.

Mesir mengungkapkan, Golkar NTB membutuhkan sosok pemimpin inklusif demi maksimalisasi seluruh potensi mesin partai mencapai target-target politik partai. “Semua harus dirangkul dan diajak bicara membesarkan partai,” ujarnya.

Golkar bukan partai yang bisa besar oleh upaya individu atau sekelompok orang. Dalam sejarahnya Golkar telah membuktikan diri sebagai partai yang mengedepankan prinsip kebersamaan mencapai tujuan-tujuan politiknya.

Baca Juga: Kasus Positif COVID-19 Tembus Sejuta Jiwa, Melki Laka Lena Minta Pemerintah Fokus Pencegahan

Partai ini juga tidak bisa besar dan maju kalau pola pikir kader — terutama para pemilik suara — mendasari pilihannya karena iming-imingi materi. “Jangan pula memilih pemimpin (Golkar NTB, Red) karena uang, bisa rusak partai ini,” katanya menasihati.

Wanti-wanti ini perlu disampaikannya, agar para pemilik suara menjatuhkan pilihan secara objektif. “Berdasarkan kemampuannya,” tegasnya.

Para kandidat harus dilihat loyalitas, kematangan, kemampuan, dan keberanian untuk melakukan terobosan bagi partai. Bukan yang memiliki rekam jejak buruk. “Itu dulu yang harus diutamakan, sehingga partai ini punya pemimpin yang tepat untuk ke depannya,” tegasnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Kementan Atasi Masalah Pertanian Dengan Utamakan Kearifan Lokal

Sampai saat ini, dewan pertimbangan masih menimbang ke arah siapa dukungan nantinya diberikan. “Masih kita cermati,” tegasnya.

Sebelumnya, para pengamat politik memiliki pandangan berbeda terkait peluang kandidat yang akan menakhodai.

Pengamat polisik Dr Kadri mengatakan peluang membesar untuk figur muda dan baru. Terutama mereka yang duduk di kursi pemerintahan. “Saya melihat secercah cahaya di Pak Mohan (H Mohan Roliskana, Red) dan Ibu Isvie (Hj Baiq Isvie Rupaeda, Red),” kata akademisi UIN Mataram itu.

Baca Juga: PAW Sarikal, Hamdani Hasnam Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Sijunjung

Selain alasan ‘habitat’ Golkar yang tidak bisa jauh dari lingkaran kekuasaan, alasan lainnya Golkar membutuhkan regenerasi kepemimpinan.

Sedangkan, pengamat politik Ihsan Hamid, berpandangan lain. Kandidat Golkar, haruslah mereka yang punya investasi dan potensi untuk tampil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2023.

Pengajar ilmu politik UIN Mataram itu masih melihat peluang H Ahyar Abduh dan HM Suhaili FT, sebagai kandidat paling potensial menduduki kursi ketua. “Sudah menjadi keharusan yang dipersiapkan sebagai ketua DPD NTB haruslah yang siap menjadi calon gubernur,” tegasnya. {lombokpost.jawapos}

fokus berita : #Mesir Suryadi