29 Januari 2021

Muslim Jaya Butarbutar Dukung Ketum KNPI Haris Pertama Laporkan Abu Janda ke Bareskrim

Berita Golkar - Politikus Partai Golkar Musim Jaya Butarbutar (JB) mendukung langkah Ketua Umum (Ketum) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pratama yang melaporkan Abu Janda ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) terkait ujaan kebencian terhadap Natalius Pigai.

“Siapapun pelaku diskriminasi ras dan etnis harus ditindak tegas karena mengoyak sendi-sendi Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak boleh ada seorangpun yang sesuka hatinya bicara apalagi muatannya mengandung unsur sara,” tegas Muslim JB dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Muslim JB yang juga advokat dan Ketua Departemen HAM DPP Partai Golkar ini menilai, apa yang dilakukan oleh Abu Janda alias Permadi Arya telah memenuhi unsur dugaan pasal 45 ayat 1 junto pasal 27 ayat 3.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Akui Wismoyo Arismunandar Sosok Motivator Andal di Dunia Olahraga

Atau lanjut Muslim, pasal 45 ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Paal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) atau Pasal 311 KUHP tentang Diskriminasi Etnis.

Muslim JB juga menilai, ucapan Abu Janda melanggar prinsip-prinsip atau deklarasi hak azasi manusia yang pada pokoknya melarang seseorang melakukan diskriminasi ras, warna kulit, jenis kelamin, Bahasa, Agama.

Ia pun meminta pihak bareskrim segera memproses Abu Janda Alias Permadi Arya yang kerap ucapannya menyinggung orang lain atau suku lain. “Proses hukum ini penting agar tidak ada kesan hukum tebang pilih,” tegas Muslim.

Baca Juga: Mesir Suryadi Nilai Golkar NTB Butuh Pemimpin Yang Mampu Maksimalisasi Seluruh Potensi Partai

Sebelumnya, KNPI telah melaporkan Abu Janda alias permadi Arya ke Bareskrim tanggal 27 Januari 2021 dengan Twiter terduga milik Abu Janda. Pelaporan ini terkait perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Laporan itu telah diterima Bareskrim Polri dengan nomor register LP/B/0052/I/Bareskrim Polri tanggal 28 Januari 2021 dengan nama pelapor Medya Rischa Lubis.

Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat KNPI Medya Rischa Lubis mengatakan, alasan pelaporan ini karena pemilik akun Twitter @permadiaktivis1 diduga telah menghina fisik masyarakat Papua melalui cibirannya terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Baca Juga: Ratu Ria Maryana Tegaskan Fraksi Golkar Tolak Rencana Tukar Guling Tanah Pemkot Serang Dengan Pengembang PT BKKS

"Laporan kami telah diterima oleh Bareskrim. Kami juga sudah lampirkan buktinya," kata Medya Rischa kepada wartawan. 

Menanggapi laporan tersebut, Abu Janda mengatakan, mestinya pelapor melakukan komunikasi dulu dengan dirinya terkait postingan di Twitter yang kini sudah dihapus itu.

"Harusnya tanyakan dulu, tabayun maksudnya apa. Itu kan saya juga memakai tanda tanya, artinya saya bertanya," ujar Abu Janda dilansir JPNN, Kamis (28/1) malam.

Abu Janda pun menuturkan, sebelum terjadi pelaporan, dia sempat berbalas tweet dengan Ketua Umum KNPI Haris Pertama. Abu Janda juga menyebut Haris sebagai pembela Front Pembela Islam dan Habib Rizieq.

Baca Juga: Firman Soebagyo Tegaskan Tak Ada Obral Izin Sektor Kehutanan di Era Jokowi

"Saya sempat nge-tag dia kan di Twitter, terus dia balas kan. Cuma sebatas itu saja, tidak ada komunikasi," kata Abu Janda.

Salah satu tokoh penentang FPI ini pun menerangkan alasan dihapusnya cuitan di Twitter yang dianggap bermuatan SARA dan menghina mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

"Saya bukan ketakutan, tapi itu ketika saya unggah enggak sampai satu jam follower saya banyak yang body shaming kepada Natalius Pigai," katanya

Atas hal itu, dia memutuskan menghapus unggahan sebelum semakin parah. "Saya enggak mau terjadi body shaming itu, makanya dihapus," tegas Abu Janda. {rmco}

fokus berita : #Musim Jaya Butarbutar #Haris Pertama #Abu Janda