29 Januari 2021

Cegah Banjir Bandang Jember Terulang, Pranaya Yudha Desak Pemprov Lebih Peduli Hutan di Jatim

Berita Golkar - Banyaknya hutan di Jatim yang kondisinya rusak dan memprihatinkan akibat prilaku manusia, membuat DPRD Jatim prihatin. Anggota Fraksi Golkar DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardika mengaku tidak habis pikir dengan kondisi ini.

Ini karena dirinya sudah berulang kali bahkan harus bersikap keras kepada dinas Kehutanan Pemprov Jatim mengingatkan bencana akan terjadi jika mereka sebagai lembaga yang berkompeten mengawasi hutan tidak bertindak mengantisipasinya. Salah satunya adalah di Jember dan akhirnya menyebabkan banjir bandang.

“Saya sudah berulang kali bahkan dengan keras saya ingatkan ini akan terjadi. Dan benar kan ini terjadi. Hutan yang tidak segera diantisipasi kerusakannya. ujung ujungnya akan berdampak pada masyarakat,” ungkap Pranaya Yudha melalui selulernya, Jum’at (29/1/2021).

Baca Juga: Firman Soebagyo Tegaskan Tak Ada Obral Izin Sektor Kehutanan di Era Jokowi

Menurut politisi yang sangat paham betul dengan kondisi hutan di wilayah Tempur Rejo Jember ini, dirinya sudah mewanti wanti kepada Dinas Kehutanan agar sesegera mungkin melakukan antisipasi dengan membuat program untuk menyelamatkan hutan yang gundul ini.

“Saya sudah ingatkan ini bukan kejadian pertama. Harusnya sudah diantisipasi. Saya sudah minta agar dinas kehutanan provinsi Jatim membuat program untuk warga sekitar hutan agar mereka tidak mencari nafkah dengan mengganggu kondisi hutan. Dan menyebabkan hutan jadi gundul dan rusak.

Sebab faktor manusia juga berperan disana. Orang orang yang tidak punya penghasilan akhinrya memilih hutan sebagai sumber ekonomi mereka. Saya juga sudah ingatkan untuk melakukan rebosiasi. Tapi mereka berdalih hutan tersebut adalah kewenangan Perhutani dan KLH atau kewenangan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Pastikan Pilkada Tetap Digelar Tahun 2022 Bukan Karena Faktor Anies Baswedan

Menurut politisi yang juga Ketua DPD AMPI Jatim meski itu milik pemerintah pusat, sesuai UU 23 tahun 2014 provinsi tetap punya tanggung jawab atas kondisi hutan tersebut. “Saya sudah tegaskan buat program penanaman kembali , misal bibit dari kita. Jadi sekaligus membuat program untuk masyarakat hutan,” tambahnya.

Yang membuat Politisi muda ini sedih, di wilayah dekat hutan itu adalah tempat tinggal salah satu anggota DPRD Jatim yang juga Ketua DPD Golkar Jember Karimullah dan juga sudah ingatkan seputar kondisi hutan dan bahaya yang akan terjadi, “Ini membuat saya heran sekaligus sedih. Sudah diingatkan tapi tidak ada perhatian dan respon,” ungkap Yudha sedih.

Politisi Golkar ini berharap pihak terkait baik itu Pemkab Jember, Pemprov Jatim ataupun pihak pemerintah pusat segera mengantisipasi agat tahun depan tidak terjadi lagi.

Baca Juga: Firman Soebagyo Tegaskan Tak Ada Obral Izin Sektor Kehutanan di Era Jokowi

“Saya rasa ini pelajaran penting jangan terulang lagi tahun depan, buatkan program mengentas ekonomi masyarakat sekitar hutan. Dan lakukan reboisasi secepatnya. Untuk tanggul yang rusak kami mendesak pemkab dan pemprov untuk segera memperbaiki. Agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah untuk membantu lingkungan mereka yang mengalami kerusakan,” pungkasnya. {kanalindonesia}

fokus berita : #Pranaya Yudha Mahardika