31 Januari 2021

Tarif Naik Tinggi, Rusli Prihatevy Nilai Pengelola Tol BORR Tak Empati Dengan Situasi Pandemi

Berita Golkar - Kenaikan tarif Tol Bogor Ring Road ( BORR ) menuai polemik. Kenaikan tarif Tol BORR yang mencapai 40 persen lebih ini diprotes oleh Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan seharusnya pengelola Tol BORR turut berempati dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Naiknya tinggi sekali. Seharusnya penyelenggara tol memiliki empati bahwa kita semua masih menjalani masa sulit (pandemi,red)," ungkap Ketua Fraksi Kota Bogor, Rusli Prihatevy, Sabtu (30/1/2021).

Baca Juga: Usai Shalat Jumat, Golkar Kota Banjarmasin Bagikan Sarung dan Nasi bungkus di Kampung Melayu

Untuk diketahui, tarif Tol BORR Segmen Sentul Selatan-Simpang Semplak untuk golongan I naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 14 ribu, golongan II dan III naik daei Rp 15 ribu menjadi Rp 21 ribu, sedangkan golongan IV dan V naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 28 ribu.

Seiring dengan itu, PT. Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku pengelola BORR resmi mengoperasikan ruas tol BORR seksi III A yakni Simpang Yasmin-Simpang Semplak. Tarif yang dikenakan bagi pengendara golongan I yang ingin melintasi segmen terbaru ini mencapai Rp5 ribu. Sementara itu untuk golongan II dan III sebesar Rp 7.500 dan golongan IV serta golongan V Rp 10 ribu.

Keberadaan Tol BORR sejauh ini sukses dalam hal mengurai kemacetan Jalan Sholeh Iskandar. Meski begitu Rusli mengaku belum mengetahui kontribusi lainnya yang diberikan PT MSJ kepada pemda serta masyarat.

Baca Juga: Wakil Bupati Darma Wijaya Hadiri Pengukuhan Pengurus Kosgoro 1957 Serdang Bedagai

"Untuk itu saya melalui Komisi II DPRD Kota Bogor akan segera mengundang PT. MSJ selaku pengelola tol BORR. Karena ada beberapa hal juga terkait aspirasi dari masyarakat yang ingin saya tanyakan kepada MSJ ini," jelasnya.

"Sikap ini juga merupakan respon atas sikap Pemkot Bogor yang diam saja tanpa ada upaya memberikan penjelasan," tegas Rusli yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor itu.

Terpisah, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Dedi Krisnariawan Sunoto menyatakan, kenaikan tarif atau yang lebih tepatnya yang dia sebut penyesuaian tarif ini, sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.08/KPTS/M/2021 tentang Penyesuaian Tarif Pada Jalan Tol BORR.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Dukung Gagasan Capres 2024 Harus Anggota Partai Politik

Dedi menjelaskan dengan beroperasinya Ruas BORR Seksi III A (Simpang Yasmin–Simpang Semplak) maka terdapat penambahan jalan tol operasi sepanjang 3,8 kilometer. Sebelumnya panjang Tol BORR 7,5 kilometer dan dengan beroperasinya ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak menjadi 11,3 kilometer.

Penambahan jalan tol operasi ini menjadi dasar pemberlakuan tarif baru untuk Ruas BORR dengan mempertimbangkan jenis konstruksi Seksi IIIA Ruas Simpang Yasmin–Simpang Semplak," jelas Dedi.

Dedi menuturkan,ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak merupakan konstruksi layang. Sehingga,kata dia, memerlukan biaya konstruksi yang lebih tinggi yang nilainya sekitar empat hingga lima kali lipat dari konstruksi jalan yang berada di tanah.

"Pemberlakuan tarif baru Jalan Tol BORR ini juga memperhitungkan inflasi 2,5 tahun yaitu dari Juni 2018 hingga Desember 2020 sebesar 7,32 persen," Dedi menutup. {bogor.tribunnews}

fokus berita : #Rusli Prihatevy