02 Februari 2021

Sisihkan 822 Tulisan, Sopir Angkot Paulinus Harjo Menangkan Sayembara Menulis Solusi COVID-19 Golkar NTT

Berita Golkar - Seorang sopir angkot di Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil memenangkan sayembara Menulis Gagasan Konkrit Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di provinsi itu. Tak tanggung-tanggung, Paulinus Harjo, sang sopir angkot itu menyisihkan 822 tulisan lain yang dikirim peserta dari berbagai latar belakang, baik yang berdomisili di NTT maupun diaspora.

Gagasan Harjo yang dituangkan dalam tulisan berjudul “Sopir Sebagai Garda Terdepan Melawan Covid-19” memukau dan mendapat apresiasi tinggi dari para juri sayembara yang digelar DPD I Golkar NTT..

Libby Sinlaeloe, salah satu dari 40 juri, bahkan menyebut gagasan yang dituangkan dari praktik baik yang dilakukan oleh Harjo merupakan hal yang luar biasa.

Baca Juga: Menko Airlangga Harap Dalam 5 Tahun Bank Syariah Indonesia Jadi Top 10 Bank Syariah Dunia

"Harjo rela mengurangi pemasukan hariannya sebagai sipir angkutan dengan membatasi jumlah penumpang yang naik ke mobil angkutannya," ujar Libby dalam acara pengumuman pemenang lomba yang digelar secara virtual pada Senin (1/2/2021) malam.

Libby menyebut, Harjo, dalam tulisannya mengharapkan Pemerintah membuat regulasi yang mengikat para pengusaha angkutan umum baik di darat, laut dan udara untuk membatasi penumpang selama masa pandemi Covid-19.

Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena mengapresiasi animo dan respon masyarakat yang disebutnya luar biasa. Ia berharap, tulisan-tulisan itu dapat diambil saripatinya oleh seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan demi memenangkan "perang" terhadap pandemi Covid-19 khususnya di provinsi NTT dan Indonesia umumnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Tindak Tegas Buzzer dan Influencer Sok Agamis Sok Pancasilais

"Kita bersyukur karena respon masyarakat luar biasa. Semoga kita bisa mengambil saripati dari tulisan yang bagus karena lebih penting ide ini diaplikasikan di lapangan," kata Laka Lena dalam acara virtual yang dipandu Frans Sarong dan diikuti para pengurus Partai Golkar, para juri dan jurnalis ini.

Ketua sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon, yang juga didapuk sebagai juri menyebut apa yang dilakukan Golkar NTT dengan sayembara tersebut memberi ruang kepada masyarakat untuk memberi ide dan gagasan sekaligus sharing tentang praktik baik yang telah dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ia menghimbau para pemangku kepentingan untuk bisa menjadikan tulisan tersebut sebagai sumber referensi aplikatif dalam prose penanganan Covid-19. "Kita berharap Pemprov dan pemangku kepentingan bisa mencari jalan supaya tulisan dan ide ide itu tidak tinggal di atas kertas," kata Pdt Kolimon.

Baca Juga: Soal Abu Janda, Nusron Wahid: Semoga NU Dijauhkan Dari Penumpang Yang Ingin Merusak Dari Dalam

Hanya dalam waktu sepekan sejak diumumkan pendaftarannya, panitia menerima 823 tulisan yang dikirim dalam dua tahap. Tahap pertama, juri menilai sebanyak 363 tulisan dan pada tahap kedua juri kembali menerima 460 tulisan.

Sebanyak 40 juri dari berbagai latar belakang menilai dengan pola penjurian yang ditetapkan panitia dan menentukan 15 tulisan yang diputuskan sebagai pemenang dan 13 tulisan lainnya sebagai favorit. {kupang.tribunnews}

fokus berita : #Melki Laka Lena #Libby Sinlaeloe