02 Februari 2021

Ginandjar Kartasasmita Nilai Vaksinasi Bakal Jadi Game Changer Perekonomian Nasional

Berita Golkar - Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Ginandjar Kartasasmita optimistis pemerintah bisa mengatasi dampak pandemi Covid-19, sebab pemerintah telah melakukan penanganan di bidang kesehatan dengan baik. Vaksinasi diyakini menjadi game changer terhadap perekonomian nasional.

“Dengan vaksinasi tahun ini, tahun depan sudah bisa dikurang proses penularannya ini akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga ekonomi tumbuh kembali,” ucap Ginandjar dalam acara soft launching dan public lecture Golkar Institute pada Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan hingga Selasa (2/2/2021) vaksinasi tahap 1 sudah dilakukan terhadap 596.620 orang dan vakinasi tahap 2 telah dilakukan terhadap 51.999 orang. Adapun total sasaran tenaga kesehatan sebanyak 1.529.934 dan total sasaran vaksin secara keseluruhan mencapai 181.554.465.

Baca Juga: Menko Airlangga Harap Dalam 5 Tahun Bank Syariah Indonesia Jadi Top 10 Bank Syariah Dunia

Pada saat yang sama kebijakan pemerintah khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan menjadi pendorong dari pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan tersebut diyakini akan menhadirkan kondisi di mana perekonomian bisa tumbuh kembali sehingga bisa menghilangkan hambatan, memperluas kepercayaan masyarakat dan pasar terhadap ekonomi, serta meningkatkan produktivitas.

Ginandjar menuturkan saat proses penyusunan regulasi tersebut memang pemerintah kurang melakukan sosialisasi sehingga banyak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. “Menurut pendapat saya perlu lebih efektif komunikasi sosialnya karena UU ini betul betul kalau berjalan bisa menjadi driver pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Baca Juga: Soal Abu Janda, Nusron Wahid: Semoga NU Dijauhkan Dari Penumpang Yang Ingin Merusak Dari Dalam

Ia mengatakan sebelum terjadi pandemi Covid-19 sejumlah indikator perekonomian sebenarnya sedang dalam tren positif yaitu tingkat kemiskinan mencapai 9,22% pada September 2019, begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,23% pada agustus 2019.

Namun karena kondisi pandemi Covid menyebabkan dampak ke semua lini termasuk perekonomian. Indikator tingkat kemiskinan naik menjadi 9,78% pada Maret 2020 dan tingkat pengangguran terbuka naik menjadi 7,07% pada Agustus 2020.

“Disrupsi karena Covid-19 ini bukan hanya membuat mundur ke belakang tetapi pandangan kita ke depan harus dikoreksi karena berbagai asumsi sudah tidak pas lagi,” ucapnya. {beritasatu}

fokus berita : #Ginandjar Kartasasmita