03 Februari 2021

Sepakat Dengan Jokowi, Azis Syamsuddin Nilai PPKM Tak Efektif Karena Mobilitas Masih Tinggi

Berita Golkar - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tidak efektif dalam menurunkan angka penyebaran COVID-19 di tengah-tengah masyarakat.

Mobilitas masyarakat masih sangat tinggi. Padahal PPKM intinya adalah membatasi gerak tersebut. Tidak efektifnya aturan yang dimulai sejak awal Januari 2021 itu, terlihat makin tingginya angka positif harian yang di atas sepuluh ribu kasus.

Karena itu, Azis mendesak agar aparat terkait pro-aktif secara sungguh-sungguh dalam membantu para dokter dan tenaga kesehatan (nakes), dalam penanggulangan COVID-19.

Baca Juga: Penting! Jokowi Ingatkan Kader Golkar Mampu Tumbuhkan Sense of Crisis di Tengah Pandemi

"Mari kita hargai pengorbanan dan kerja keras para dokter dan tenaga kesehatan, dihargai melalui tindakan nyata aparat terkait membantu dalam implementasi pengawasan ekstra ketat sehingga angka penyebaran COVID-19 dapat di tekan. Saya juga mohon kepada masyarakat untuk dapat menghargai realitas yang ada" Kata Azis, Rabu 3 Februari 2021.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi merupakan kenyataan yang terjadi di lapangan. Maka dari itu, DPR berharap masyarakat semakin menyadari dan disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan.

"Pernyataan Bapak Presiden memang sesuai kenyataan. Maka DPR mendesak kesadaran gotong-royong oleh pusat, daerah, aparat penegak hukum, ormas/LSM, RT/RW hingga kesadaran individu dalam memiliki kepekaan dan tindakan implementasi nyata dalam penanggulangan COVID-19," ujarnya.

Baca Juga: Sesalkan Kudeta Junta Militer, Meutya Hafid Nilai Myanmar Alami Kemunduran Demokrasi

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga menjelaskan, bahwa pemerintah pusat dari tahun lalu sudah mencoba berbagai metode penanggulangan pandemi yang tidak mengganggu perekonomian baik nasional maupun kesejahteraan masyarakat. Hal ini dinilai perlu di dukung oleh kesadaran individu, baik oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum.

"Kan sudah ada banyak sekali regulasi yang disiapkan agar tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat. Jadi tolong di dukung usaha dan kerja keras pemerintah dengan memiliki kesadaran dan kepekaan individu. Kuncinya adalah implementasi dan pengawasan protokol kesehatan harus berjalan sesuai pengetahuan yang sudah di sosialisasikan oleh pemerintah. Jangan mengesampingkan prokes," jelasnya.

Lebih jauh lagi, Azis juga mengharapkan agar aparat keamanan jangan ragu-ragu dan tidak lengah dalam menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. "Kita harus bahu-membahu membantu para dokter dan tenaga kesehatan dalam menekan angka COVID-19," ujarnya. {viva}

fokus berita : #Azis Syamsuddin