03 Februari 2021

Larang Model Pakaian Kekhususan Agama, MDI Indramayu Nilai Mendikbud Nadiem Makarim Sekuler

Berita Golkar - Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Indramayu, mengungkapkan apa yang disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menanggapi Video Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang viral di media sosial sudah tepat dengan melayangkan surat terbuka untuk Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim dalam Video menyampaikan “Sekolah tidak boleh sama sekali membuat peraturan atau himbauan kepada peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah apalagi jika tidak sesuai dengan agama/ kepercayaan siswa . Hal tersebut bentuk intoleransi atas keberagamaan sehingga bukan saja melanggar peraturan undang-undang tapi juga nilai-nilai pancasila dan kebhinnekaan. Untuk itu pemerintah kata beliau tidak akan mentolerir guru dan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi tersebut. Selanjutnya saya meminta ( kata mendikbud) pada pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku segera memberikan sanksi yang tegas bagi pihak yang terlibat termasuk kemumgkinan menerapkan pembebasan jabatan (pecat)”

Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Indramayu Jiaul Haq mengungkapkan apa yang disampaikan Anwar Abbas “Bukankah Pancasila itu sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan sila yang pertama itu di dalam Pasal 29 ayat 1 dinyatakan bahwa Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, setiap warga negara kalau akan melakukan sesuatu maka sesuatu yang dia lakukan itu haruslah sesuai dan tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama, karena sila ketuhanan yang maha esa itu di dalam negara RI adalah menjadi dasar dalam kehidupan bernegara” ungkap haq mengikuti apa yang di sampaikan Anwar Abbas.

Lanjut “Pertanyaan Anwar Abas bolehkan ada uu dan peraturan yang ada bertentangan dengan pancasila dan uud 1945 ? Oleh karena itu kalau ada perbedaan antara UU dan peraturan yang ada dengan UUD 1945 pertanyaan saya apakah uud 1945 itu yang harus disesuaikan dengan undang- undang dan peraturan yang ada atau uu dan peraturan yang ada itu yang harus disesuaikan dengan UUD 1945 terutama pasal 29 ayat 1 dan 2.” Ungkapnya

lanjut Haq, Saya sangat setuju dengan pemikiran Buya Anwar Abbas bahwa pemikiran Mendikbud tentang agama keliru, jadi kita semua sudah yakin apa yang dijelaskan Buya jelas dan memiliki dalil yang kuat berdasarkan UUD, Alquran dan Hadist.

Menurut Haq, Merespon pernyataan Ade Armando yang mengungkapkan tuduhan kepada Anwar Abbas “Sesat Pikir Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas” ini terkesan hanya pembelaan kepada Mendikbud Nadiem Makarim dan tidak memiliki dalil yang kuat hanya pakai asumsi, dan opini, yang terkesan ada keberpihakan dan pesanan.

“Apa yang disampaikan Anwar Abbas itu sudah sesuai karena memiliki hak berpendapat sebagai warga negara berhak mempertanyakan pernyataan penyelenggara negara dan ini di lindungi UU, agar mempertegas pernyataan Nadiem Makarim yang bisa menimbulkan kegaduhan publik karena terkesan pemikirannya Nadiem Makarim berpotensi sekuler yang tentu tidak memiliki tempat di republik yang berlandaskan Pancasila” Pungkasnya

fokus berita : #Jiahul Haq