05 Februari 2021

Tangkal COVID-19 di NTT, Mohamad Anshor Minta Penambahan Anggaran Sarung Tangan Tenaga Medis

Berita Golkar - Tingginya angka penderita Covid – 19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kota Kupang, maka anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, MOhamad Anshor, angkat bicara.

Anggota DPRD NTT asal Partai Golkar ini kepada wartawan, Jumat (05/02/2021) mengatakan untuk mencegah penularan covid – 19 di NTT dengan ekskalasinya semakin tinggi, dirinya menghimbau agar para petugas medis dapat mengganti sarung tangan yang digunakan.

Menurut Anshor, tenaga medis yang melakukan pelayanan kesehatan (faskes) dan Laboratorium di seluruh NTT yang melakukan pengambilan sampel swab antigen dan PCR agar para petugasnya dapat mengganti sarung tangan.

Baca Juga: Hetifah Sambut Positif Inisiatif Pemerintah Keluarkan SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah

Dikatakannya, jika hanya dengan satu sarung tangan saja yang digunakan untuk beberapa orang, dikwatirkan dapat menular pada orang lain, jika terdapat salah satu yang terpapar covid – 19.

“Saya minta tenaga medis, jangan hanya pakai satu sarung tangan saja, karena ada yang positif maka tidak menutup kemungkinan orang lain terpapar covid – 19 juga,” ujar Anshor.

Sebagai anggota DPRD NTT, kata Anshor, dirinya berharap Dinas Kesehatan NTT dan Kabupaten/Kota dapat mengalokasikan bantuan sarung tangan melalui refocusing anggaran dalam BTT. “Ini hal sepele tapi mudah untuk terjadi penularan lewat sarung tangan yang tidak diganti,” tambah Anshor.

Baca Juga: Larang Model Pakaian Kekhususan Agama, MDI Indramayu Nilai Mendikbud Nadiem Makarim Sekuler

Untuk itu, lanjut Anshor, solusi lainnya jika keterbatasan sarung tangan, maka petugas medis tidak diperbolehkan bersentuhan dengan warga masyarakat hendak melakukan swab.

“Saya menghimbau masyarakat NTT agar memastikan betul kondisi ini pada saat pengambilan sampel swab baik itu swab antigen maupun PCR,” tutup Anshor. {realitarakyat}

fokus berita : #Mohamad Anshor,