09 Februari 2021

Sidak Kawasan PT SIER, Arif Fathoni Temukan Asap Hitam Keluar Dari Cerobong Industri

Berita Golkar - Setelah mendapatkan keluhan dari warga Rungkut Kidul, adanya limbah debu yang mengganggu kesehatan dan aktifitas warga. Komisi A DPRD Kota Surabaya meninjau langsung industri yang diduga menjadi penyebab keluarkan limbah debu. Dan saat itu menemukan adanya asap hitam yang keluar dari cerobong industri.

Komisi A DPRD Surabaya, juga mengajak perwakilan dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Pemkot Surabaya dan juga Satpol-PP Kota Surabaya. Arif Fathoni, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya mengungkapkan, bahwa PT SIER telah mengajukan sampling ke ITS dan sudah ada hasilnya.

“Sudah ada perusahaan yang diduga bahwa menyebabkan limbah debu tersebut. Tapi dugaan sebelumnya ada empat perusahaan yang melakukan hal yang sama,” tegas Fathoni kepada awak media si lokasi PT Smart tbk.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Ingin Insan Pers Sajikan Informasi Yang Bisa Lahirkan Generasi Sehat dan Cerdas

Lebih jauh, politisi Golkar Surabaya ini mengungkapkan, secara empiris melihat dikawasan pabrik produksi minyak Filma ada asap hitam menggumpal yang kekuar dari dari cerobong PT. Smart tbk.

“Tapi ternyata PT. Smart juga mengadukan keluhan yang sama. Jadi sambil menunggu dari hasil ITS, saya meminta kepada PT. SIER untuk secepatnya melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga Rungkut Kidul, sehingga kesehatannya terjamin,” tegasnya.

Sementara itu Teguh, perwakilan dari PT. SIER menyampaikan, secara teknis PT SIER sudah ada tenaga untuk melakukan memonitoring setiap hari.

Baca Juga: Golkar Barru Salurkan Bantuan Untuk Warga Korban Kebakaran di Lalolang dan Tellumpanua

“Memang aktivitas produksi ada pabrik yang menggunakan cerobong yang menghasilkan debu. Memang tidak hanya PT Smart, tapi ada beberapa pabrik lain yang diduga,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya sudah menggandeng dari pihak ITS untuk melakukan penelitian soal limbah debu ini berasal dari perusahaan mana saja.

“Dalam waktu dekat dari ITS akan presentasi membuktikan produksi debu ini dari material apa saja dan berasal dari perusahaan mana saja. Tunggu saja dari pembuktian hasil laboratorium dari ITS,” pungkasnya. {faktualnews}

fokus berita : #Arif Fathoni