10 Februari 2021

Crazy Rich Jakut Helena Lim Divaksinasi COVID-19 Duluan, Basri Baco: Dinkes DKI Kecolongan!

Berita Golkar - Golkar DKI Jakarta menyatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta kecolongan terkait 'crazy rich Jakarta Utara' Helena Lim vaksin COVID-19 duluan. Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakara Basri Baco meminta peristiwa itu menjadi bahan evaluasi Dinkes DKI Jakarta.

"Ini kan kalau di berita itu orang pemilik apotek, seolah-olah pemilik apotek, seolah dia kasir apotek, seolah-olah pekerja di apotek sehingga dianggap dia nakes, sehingga dia dapat fasilitas itu.

Saya rasa Dinkes harus lebih teliti lagi dengan kasus ini, jangan sampai kecolongan seperti ini. Ini kan mengusik rasa keadilan. Itu saja yang paling penting, mari kita jadikan bahan evaluasi dinas kesehatan," kata Basri saat dihubungi, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Cak One Bersama AMPG Demak Bagikan 200 Paket Sembako Untuk Warga Korban Banjir di Desa Loireng

Basri mendorong supaya Dinkes DKI Jakarta dapat menutup peluang terjadinya manipulasi data. Sebab, ia menduga Helena Lim memalsukan data demi mendapatkan vaksin COVID-19.

"Kalau kita nggak ada kejadian ini malah kita nggak tahu ternyata di situ ada peluang manipulasi dari para pemilik apotek apotek ini. Sebenarnya yang tidak bermoral itu mereka, yang tidak bermoral ini orang yang berusaha memasukkan data dan memanipulasi data untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya," tegasnya.

Lebih lanjut, politikus Golkar ini meminta Dinkes DKI Jakarta turut mengecek perizinan pendirian apotek milik Helena Lim. Apabila ditemukan ada pelanggaran, kata Baco, Helena bisa dilaporkan ke polisi.

"saya rasa dinas kesehatan kecolongan dalam hal ini ya. mudah mudahan ini bisa jadi cambuk bagi kita buat kita untuk lebih baik ke depan. Dengan kejadian ini, maka Dinkes harus bertindak tegas dan kalau perlu evaluasi tuh izinnya apotek tersebut dan kalau perlu si Helena itu dilaporkan aja.

Baca Juga: Perkuat Kualitas Demokrasi, Azis Syamsuddin Ungkap Urgensi Revisi UU Pemilu

 

Dilaporkan ke polisi atau ke mana gitu kan, biar yang lain jera, biar yang lain tidak berusaha memalsukan, memanipulasi data tersebut yang mengambil yang bukan haknya," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat sedang menyelidiki 'crazy rich Jakut' Helena Lim yang mendapatkan vaksinasi COVID, yang seharusnya untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu. Pemkot Jakbar menyebut Helena Lim membawa surat keterangan ketika divaksinasi.

"Dari keterangannya Bu Kristi (Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakbar Kristi Wathini), itu mereka datang membawa surat keterangan. Kan yang divaksin untuk tenaga kesehatan itu persyaratannya harus lengkap harus membawa surat keterangan bahwa yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko ketika dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: Wasekjen DPP Golkar Yang Juga Bupati Maybrat, Bernard Sagrim Dilantik Jadi Ketua Bapera Papua Barat

Yani, yang mendapatkan informasi dari Suku Dinas Kesehatan Jakbar, mengatakan surat keterangan itu menyatakan Helena Lim merupakan petugas penunjang kefarmasian. "Kalau informasi Bu Kasudin (Kristi), dia (Helena Lim) termasuk salah satu petugas penunjang kefarmasian. (Helena Lim) membawa surat keterangan tenaga kesehatan," jelasnya.

Adapun, penyuntikan vaksin Corona ke Helena Lim itu diketahui setelah viral video dari Insta Story di akun Instagram @helenalim899. Helena Lim dan rombongan tampak antre hingga mendapat vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk. {news.detik}

fokus berita : #Basri Baco #Helena Lim