11 Februari 2021

Majukan Industri Sepakbola RI, UNNES Beri Nurdin Halid Gelar Doktor Honoris Causa

Berita Golkar - Eks Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Gelar kehormatan itu diberikan berikan pada Kamis (11/2) di auditorium Unnes Semarang.

Eks narapidana kasus korupsi ini menerima gelar doktor kehormatan pada bidang Industri Olahraga Berbasis Koperasi Multi-Pihak. Rektor Unnes Fathur Rokhman mengatakan, gelar tersebut diberikan karena Nurdin Halid karena dinilai berperan dalam memajukan olahraga sepak bola di Indonesia.

"Pemberian gelar Doctor Honoris Causa bagi Nurdin Halid didasarkan kajian Program Studi Doktor Pendidikan Olahraga di Pascasarjana Universitas Negeri Semarang terhadap kinerja persepakbolaan nasional pada masa kepemimpinan Nurdin Halid, yang dianggap memiliki kontribusi terhadap dimulainya pendekatan industri dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia," terang dia.

Baca Juga: Sidak Kawasan PT SIER, Arif Fathoni Temukan Asap Hitam Keluar Dari Cerobong Industri

Sementara itu, Nurdin Halid mengatakan pemberian gelar ini telah melalui pengkajian akademik. Menurutnya, pihak kampus pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan sendiri.

"Unnes adalah salah satu perguruan tinggi yang maju di Indonesia, pasti tidak sembarangan memberikan gelar terhadap seseorang. Pasti dengan berbagai pengkajian, penilaian terhadap karya dan prestasi dari seseorang," ujar Nurdin.

"Oleh karena itu saya termasuk yang mendapatkan penilaian dari karya saya. Dari tahun 2004 ketika saya mencanangkan industri bola, yang menggambarkan arah kemajuan sepak bola," jelas dia.

Politikus Golkar ini mengaku tidak memiliki akses dengan petinggi kampus Unnes terkait dengan pemberian gelar ini.

Baca Juga: Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Game Online Salah Satu Produk Digital Potensi Besar Diekspor

"Saya tidak ada akses di sini, tidak kenal rektornya, tidak kenal dekannya. Saya tidak kenal siapa siapa di sini. Tapi beliau memahami bahwa apa yang terjadi sekarang itu adalah konsep yang saya canangkan dari tahun 2004," imbuh dia.

Terkait adanya aksi penolakan dari mahasiswa terhadap gelar yang dia terima. Nurdin mengaku tidak ambil pusing. "Dalam demokrasi biasa ada pro dan kontra. Itu biasa saja bagi saya. Itu hak mereka. Tidak semua orang pasti setuju dengan sebuah keputusan," ujar Nurdin.

"Itu hak mereka tapi nanti fakta akan membuktikan sebuah kebenaran terhadap sebuah pemberian gelar," tutup Nurdin. {kumparan}

fokus berita : #Nurdin Halid