12 Februari 2021

Andi Rio Idris Padjalangi Siapkan Tim Hukum Dampingi Guru Honorer Yang Dipecat Kepala Sekolah di Bone

Berita Golkar - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Andi Rio Idris Padjalangi meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk lebih memperhatikan nasib para guru honorer.

Hal itu disampaikannya merespons peristiwa seorang guru honorer bernama Hervina yang dipecat oleh kepala Sekolah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, karena permasalahan memposting gajinya senilai Rp 700 ribu di media sosial.

"Saya menyesalkan insiden ini, terlebih ini terjadi di kampung halaman saya. Saya sudah mempersiapkan tim hukum untuk membela Ibu Guru Hervina. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi dan terkesan dipaksakan serta arogansi kekuasaan pihak sekolah," kata Andi Rio kepada wartawan, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-19, Taufiq Erman: AMPG Dapat Diandalkan Tingkatkan Elektabilitas Golkar di Riau

"Seharusnya pihak sekolah dapat mengutamakan langkah tabayun atau klarifikasi terlebih dahulu terhadap Ibu Hervina, bukan langsung mengambil tindakan pemecatan dan sewenang-wenang," imbuhnya.

Politikus Partai Golkar itu berharap agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan setempat dapat memperhatikan permasalahan ini dengan mengedepankan komunikasi kedua belah pihak.

Hal itu untuk mencarikan sebuah solusi dan menarik atau membatalkan keputusan pemecatan kepada guru honorer Ibu Hervina.

"Saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga pendidik, mengapa justru dipecat tanpa alasan yang jelas, hal ini sangat memalukan. Kondisi guru honorer di Indonesia masih memprihatinkan secara keseluruhan, tentunya ini menjadi perhatian kita bersama dan harus segera diselesaikan oleh pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Bersama Kader Golkar Kendal, Bimo Alit Bagikan Ribuan Paket Sembako Untuk Korban Banjir di Bandengan

Lebih lanjut, Andi Rio meyakinkan, postingan guru honorer Hervina merupakan satu upaya dari sekian juta guru honorer yang ingin mengalami perubahan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer di Indonesia.

Sebab masih minimnya gaji yang diterima dan tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup keseharian.

"Ini hal yang ironis di tengah pekerjaan yang mulia sebaga tenaga pendidik. Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa dan banyak mencetak generasi bangsa. Guru harus diberikan kesejahteraan yang layak agar dapat mencetak generasi yang unggul dan mampu bersaing dengan negara lain," pungkasnya. {tribunnews}

fokus berita : # Andi Rio Idris Padjalangi