13 Februari 2021

Bamsoet Perkenalkan Motor Listrik Murah, BS Elektrik Seharga Rp.10 Jutaan

Berita Golkar - Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo memperkenalkan, motor kuning listrik Bike Smart (BS elektrik) berlogo kepala macan dengan tampilan futuristik yang elegan yang hanya dibanderol Rp10 jutaan.

Menurutnya, peluncuran motor ini sebagai bagian dari visi dan misi IMI untuk negeri, yakni mempercepat migrasi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan bermotor listrik.

“Selain ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara, motor listrik BS juga ramah kantong karena harga jualnya yang sangat terjangkau, hanya berkisar Rp10 juta,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga: Airlangga: Kader Terbaik Golkar Sanggup Arungi Badai dan Gelombang Setinggi Apapun

Bamsoet menjelaskan, motor Kuning listrik BS elektrik ini diproduksi di Gresik, Jawa Timur dengan kandungan komponen 60% dari dalam negeri. Motor listrik ini akan dipasarkan ke wilayah Indonesia Timur, Jakarta, Jawa Barat hingga Sumatera.

Produksi motor BS ini bisa menjadi penguat perekonomian rakyat di tengah pandemi COVID-19, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja. “Sekaligus memberikan multiplier effect ekonomi yang besar bagi sektor penunjang lainnya,” ujarnya.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada 2019 sebanyak 6,05 juta unit motor berbahan bakar minyak terjual ke masyarakat.

 

Baca Juga: Sri Hariningsih Pimpin IIPG Jateng Gerak Cepat Berikan Bantuan Bencana Di Berbagai Daerah di Jateng

Secara keseluruhan, diperkirakan ada 143,75 juta motor berbahan bakar minyak yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Jadi, tak heran jika tingkat pencemaran udara di Indonesia cukup tinggi, sekaligus menunjukan betapa besarnya subsidi BBM yang harus ditanggung negara.

“Dengan beralih ke motor listrik, kondisi pencemaran udara sangat bisa ditekan. Pegeluaran rutin yang selama ini dikeluarkan masyarakat untuk merawat motor konvensional bisa dialihkan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Lantaran kendaraan listrik tidak menuntut perawatan yang mahal, sebagaimana terjadi pada kendaraan konvensional,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, pengeluaran negara untuk subsidi BBM yang dalam rentang waktu 2014-2019 mencapai Rp700 triliun, dan di APBN 2021 subsidi untuk BBM jenis tertentu mencapai Rp16,6 triliun, ke depannya bisa dialihkan ke berbagai sektor lain. Seperti kesehatan, pendidikan infrastruktur, hingga pengembangan riset dan teknologi.

Baca Juga: Didampingi Gorgonius Nago Bapa, Melchias Mekeng Bagikan 2300 Paket Sembako Untuk Warga Sikka Terdampak COVID-19

“Jarak tempuh motor listrik BS bisa mencapai 45 km sekali isi baterai. Kebutuhan chargingnya tidak terlalu memakan waktu, cukup 6-8 jam baterai sudah terisi penuh. Jadi bisa diisi malam hari, pagi harinya bisa digunakan kembali untuk menunjang aktivitas masyarakat,” demikian Bamsoet. {realitarakyat}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet