17 Februari 2021

MK Tolak Gugatan Muhamad-Saras, Ben-Pilar Segera Dilantik Pimpin Kota Tangsel

Berita Golkar - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan yang dilakukan pasangan Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atas hasil Pilkada Tangerang Selatan 2020.

Dengan putusan tersebut pasangan Benyamien Davnie – Pilar Saga Ichsan resmi melenggang menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel.

 

Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman dalam amar putusannya memutuskan bahwa pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. “Menyatakan bahwa permohonan pemohon tidak dapat diterima,” Rabu (17/2/2021).

Baca Juga: Prajurit TNI Gugur Tertembak Lagi, Bamsoet Minta TNI-Polri Segera Berantas KKSB Papua

Sebelumnya, berdasarkan jadwal persidangan di MK, putusan atas sengketa Pilkada Tangsel masuk dalam persidangan sesi kedua bersamaan dengan sengketa Pilkada Luwu Timur, Wakatobi, Mamuju, Barru, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Tangerang Selatan, Asmat, Fakfak, Kaimana, dan Manokwari.

Seperti diketahui, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Muhamad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo resmi mendaftarkan gugatan hasil Pilkada Tangsel 2020 pada Desember lalu.

Muhamad-Rahayu merupakan pasangan yang disusung oleh PDI Perjungan dan Partai Gerindra. Hasil rekapitulasi suara Pilkada Tangsel menempatkan perolehan suara pasangan tersebut hanya berada peringkat kedua di bawah pasangan Benyamien Davnie – Pilar Saga Ichsan.

Baca Juga: Sudah Banyak Korban Penerapan, Christina Aryani Dukung Wacana Jokowi Revisi UU ITE

Perolehan suara Muhamad-Rahayu hanya sebanyak 205.309 suara sah. Sementara Benyamien-Pilar 235.734 suara sah.

Adapun dalam draf permohonan yang diajukan ke MK, Muhamad-Rahayu mengungkap sejumlah kejanggalan selama pelaksanaan pilkada Tangel. Pertama, panyaluran dana dana Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas untuk pemenangan calon petahana.

Kedua, pengerahan aparatur sipil negara (ASN) unk memenangkan paslon Benyamien-Pilar. Ketiga, penyelenggara pemilu terlibat dalam proses pemenangan calon petahana dalam pilkada Tangsel.

Keempat, adanya money politic atau politik uang yang dilakukan oleh tim kampanye pendukung paslon nomor 3 tersebut. Adapun salah satu substansi permohonan yang diajukan oleh Muhamad – Rahayu Saraswati adalah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendiskualifikasi pasangan rival politiknya tersebut. {wartatangsel}

fokus berita : #Benyamin Davnie #Pilar Saga