19 Februari 2021

Wagub Josef Nae Soi Minta PLN Perhatikan Pasokan Listrik Seluruh RS dan Faskes di NTT

Berita Golkar - Rumah sakit sebagai sentral pelayanan kesehatan tidak boleh terkendala dalam hal listrik. Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Karena itu, Wagub NTT Josef Adrianus Nae Soi meminta PLN Wilayah NTT untuk memperhatikan pasokan listrik ke seluruh rumah sakit termasuk unit pelayanan kesehatan lainnya.

"Di semua rumah sakit, listriknya tidak boleh padam. Bagaimana orang gunakan ventilator, lakukan pemeriksaan PCR dan antigen yang gunakan mesin," ujar Wagub Josef Nae Soi saat memberi sambutan pada Rapat Kerja (Raker) Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Kamis (18/2/2021).

Selain rumah sakit dan unit pelayanan kesehatan, Wagub Josef Nae Soi juga meminta PLN memperhatikan pasokan listrik di tempat pelayanan publik termasuk kantor kantor desa dan tempat tempat ibadat di seluruh NTT.

Baca Juga: Adies Kadir Apresiasi Lapas Kelas I Bandar Lampung Beri Pendidikan Deradikalisasi untuk Para Napi

Mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI itu juga meminta PLN untuk dapat menyelaraskan antara tugas melayani masyarakat dan melakukan terobosan-terobosan yang berbau profit. Hal itu harus dilakukan agar PLN dapat tetap melayani masyarakat tetapi juga dapat hidup dari profit yang diperoleh.

"Ada nilai ekonomi dan nilai sosialnya. Ini dua kepentingan yang luar biasa. Seninya PLN dalam mengelola kelistrikan, ada di sini. Bagaimana di satu pihak harus cari untung dan di pihak lain harus mewujudkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi hak-hak konsumen," ujar Wagub Josef Nae Soi.

Menurutnya, PLN sangat berkontribusi untuk kemajuan ekonomi masyarakat di Provinsi NTT. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar PLN mengedepankan pelayanan yang cepat terkait keluhan pelanggan karena adanya pemadaman listrik.

Baca Juga: Sumsel Masuk 10 Besar Provinsi Termiskin Indonesia, Ini Reaksi Ketua DPRD Anita Noeringhati

"Saya sering WhatsApp (WA) pimpinan PLN NTT, 1 minggu sampai 5-6 kali karena listrik mati ini. Alasan pohon tumbang, itu alasan klasik apalagi kita sedang menuju era 4.0," kisahnya.

Wagub Josef Nae Soi mencontohkan, pernah di suatu Kabupaten pada tahun 2019, General Manager PLN menyampaikan bahwa listrik sering padam karena jaringan listriknya lewat pepohonan.

Setelah ia menyampaikan kepada warga yang memiliki pohon di jalur listrik agar pohonnya ditebang, wargapun menyanggupi untuk menebang pohon. Namun setelah pohon ditebang, listrik tetap mati hidup. "Saya minta hal ini harus diperhatikan. Ini terjadi di beberapa Kabupaten," kata Wagub Josef Nae Soi.

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Dukung BPN Terapkan dan Sosialisasikan Sertifikat Tanah Elektronik ke Masyarakat

Kepala PLN IUW NTT, A. Bargowo Wahyu Jatmiko mengungkapkan pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dari hulu ke hilir. Dengan moto, Melayani NTT dengan Penuh Kasih, PLN NTT juga senantiasa meningkatkan kerjasama dengan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui CSR (Corporate Social Responsibility).

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) NTT, Marthen Mulik juga memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN. Marthen Mulik mengatakan aduan pelanggan turun sekitar 80 persen. Waktu tunggu pemasangan listrik semakin pendek dan ketersediaan listrik juga mengalami surplus.

Namun demikian, menurutnya, ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan terutama menyangkut frekuensi pemadaman khusus di musim hujan dan sistem pengendalian yang masih belum efektif. Oleh karena itu, ia meminta pengawasan terhadap petugas lapangan yang sebagian besar mitra PLN harus ditingkatkan. "Pembinaan terhadap konsumen juga harus sering dilakukan," kata dia. {kupang.tribunnews}

fokus berita : #Josef Nae Soi