20 Februari 2021

Bamsoet Minta Pemerintah RI Waspada dan Tidak Anggap Remeh Wabah Ebola Dari Afrika Barat

Berita Golkar - Muncul kembalinya penyakit virus ebola di Afrika Barat perlu diwaspadai di Indonesia. Oleh karena itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Pemerintah Indonesia agar mewaspadai dan memahami cara penularan penyakit ebola tersebut.

"Tidak menganggap remeh ancaman virus atau penyakit saat ini, termasuk ebola, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan melakukan langkah pencegahan masuknya penyakit ebola ke Indonesia sejak dini," tegas Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, Pemerintah perlu mendata wilayah-wilayah yang saat ini terindikasi adanya penyakit ebola atau pun wilayah yang belum lama diketahui terdapat penyakit ebola.

Baca Juga: Wagub Josef Nae Soi Minta PLN Perhatikan Pasokan Listrik Seluruh RS dan Faskes di NTT

Sehingga, lanjut Bamsoet, dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap mereka yang datang dari wilayah epidemi ebola.

"(Pemerintah) menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang ebola, dan bagaimana cara menghindari atau melakukan antisipasi sehingga masyarakat memiliki kesadaran tentang ebola dan memahami langkah persiapan diri yang dapat dilakukan," ujarnya.

Dengan demikian, Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI ini berharap agar Pemerintah dapat mengambil pembelajaran dari penanganan pandemi Covid-19 yang kurang diwaspadai saat awal, sehingga akhirnya sulit dikendalikan.

Baca Juga: Ini Alasan Dave Laksono Nilai Eks Menkes Terawan Cocok Jadi Dubes RI di Spanyol

"MPR berpendapat, pemerintah dapat sigap dan bijak dalam menentukan seluruh kebijakan, khususnya kebijakan terkait sektor kesehatan, mengingat saat ini pandemi covid-19 masih terus berkembang, sehingga wajib diperhatikan agar tidak ada penyakit-penyakit atau virus lain yang menyebar di Indonesia " tandasnya.

Dikutip Kompas.com, Setelah mengakibatkan korban meninggal, Guinea memperkirakan 11.000 vaksin Ebola akan datang pada akhir pekan ini dan inokulasi dapat dimulai pada Senin (22/2/2021).

Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Kamis (18/2/2021), sebanyak 11.000 dosis vaksin Ebola sedang disiapkan di Jenewa, seperti yang dilansir dari Reuters pada Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Kader Golkar Kabupaten Bekasi Berikan 1000 Sembako Untuk Korban Banjir di Cabang Bungin dan Muara Gembong

Kemudian, Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, mengatakan dalam jumpa pers pada pekan ini bahwa lebih dari 8.600 dosis lagi akan dikirim dari Amerika Serikat.

Guinea telah mencatat 3 kasus yang dikonfirmasi Ebola dan 4 kasus potensial, dan 5 kasus kematian karena Ebola. Ada pun 6 kasus Ebola terdapat di tenggara, 1 kasus di ibu kota Conakry, yang berjarak 900 km dari tenggara.

"Setelah vaksin tersedia di Guinea pada Minggu (21/2/2021, kampanye vaksinasi dapat dimulai pada Senin (22/2/2021)," ujar Mohamed Lamine Yansane, penasihat senior menteri kesehatan Guinea. {akurat}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet