03 Maret 2021

Mohan Roliskana Janjikan Suhaili FT dan Ahyar Abduh Posisi Strategis di Kepengurusan Golkar NTB

Berita Golkar - Terpilihnya H. Mohan Roliskana sebagai Ketua DPD partai Golkar Provinsi NTB secara aklamasi pada Musda ke-X, Selasa malam tanggal 2 Maret 2020 menyisakan kekecewaan dari sejumlah kader Golkar NTB. Dua kader senior Golkar NTB, yakni Ahyar Abduh dan Suhaili FT yang juga menginginkan kursi Ketua DPD Golkar NTB tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Kekecewaan keduany lantaran langkah mereka tidak bisa sampai di arena Musda, karena dijegal di tengah jalan oleh skenario aklamasi yang dijalankan oleh DPP Golkar.

Ahyar Abduh kepada media mengaku menyayangkan sekali sikap DPP Partai Golkar yang menurutnya tidak menunjukkan fatsun dan etika politik yang baik.

Baca Juga: Perpres Investasi Miras Dicabut, Azis Syamsuddin Minta Pemerintah Utamakan Masukan Pakar dan Tokoh

 

Pasalnya, dirinya sudah dipanggil oleh Ketum DPP Golkar, Airlangga Hartanto pada Februari 2020 lalu untuk diminta memimpin DPD Partai Golkar NTB periode 2021 – 2026. Bahkan ia di hadapan ketum pun sudah menandatangani surat pernyataan kesiapan sebagai ketua Golkar NTB.

“Saya memegang teguh kata-kata ketum itu, tapi kenapa tiba-tiba kemudian saya diminta (DPP) untuk mundur dari pencalonan. Ini yang kita sesalkan, karena etika dan fatsun politik diabaikan,” katanya.

Bahkan, Suhaili sendiri memberikan ancaman untuk keluar dari keanggotaan pada Golkar. Sebab permainan politik di Musda Golkar untuk memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar NTB kali dinilai sudah terlalu kotor.

Baca Juga: Indonesia Belum Buka Pintu Masuk Turis Mancanegara, Ini Alasan Menko Airlangga

Ketua DPD partai Golkar NTB terpilih, H. Mohan Roliskana yang dikonfirmasi terkait dengan sikap kecewa dari dua kader senior Golkar itu, menanggapinya dingin. Menurut Walikota Mataram itu, sikap yang ditunjukkan oleh kedua seniornya itu merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa.

“Biasalah kalau ada sedikit dinamika, friksi-friksi, tapi itu semua akan selesai dengan musyawarah, dengan kompromi,” ujarnya.

Mohan menegaskan bahwa ia akan memimpin partai Golkar NTB dengan semangat kebersamaan. Sehingga ia pastikan tidak ada satupun kader partai Golkar yang terbuang atau disingkirkan karena dinamika perbedaan yang terjadi pada Musda ini.

Baca Juga: Harlah ke-98, Anggota DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati Harap NU Makin Beri Manfaat Bagi Umat

“Semangat kolektif kolegial akan kita jalankan, karena spirit partai ini adalah kebersamaan, dan hari ini sudah kita tunjukkan dari dinamika yang berkembang, kita berhasil menyelesaikan Musda ini dengan baik,” katanya.

Mohan mengatakan, bahwa sosok Ahyar Abduh dan Suhaili tidak bisa dinafikan kontribusinya selama ini dalam membesarkan partai Golkar. Mohan mengaku partai Golkar masih membutuhkan pemikiran dari kedua kader senior tersebut. Oleh karena itu, Mohan berjanji akan memberikan tempat yang strategis di dalam kepengurusan Golkar NTB.

“Kita akan rangkul semua, kita tetap rawat suasana kebersamaan, insyallah kita akan akomodir semuanya. Beliau-beliau itu sudah banyak memberikan jasa untuk membesarkan partai ini, tentu akan ada tempat buat beliau-beliau, posisi yang penting dan strategis,” pungkasnya. {suarantb}

fokus berita : #Mohan Roliskana #Ahyar Abduh #Suhaili FT