07 Maret 2021

Airlangga Ajak Kader Golkar Antisipasi Melonjaknya Harga Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Berita Golkar - Semua pihak harus mendorong gerakan ketahanan pangan. Hal ini karena pangan merupakan esensial dalam ekonomi. Terutama di saat pandemi akibat Covid-19 seperti saat ini, agar seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau.

"Umumnya di negara kita saat Ramadhan atau menjelang hari Raya Idul Fitri, harga pangan melonjak. Ini yang perlu diantisipasi, agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, saat memberi pidato kunci pada diskusi virtual Balitbang Golkar, Minggu (7/3/2021).

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu Bustanul Arifin, Franciscus Welirang, Dwi Andreas Santoso, dan Brigjen TNI Marahmat Kapus BMN Baranahan Kemhan RI, dan dimoderatori oleh Adhi Lukman, Ketua Bidang Kajian Pertanian dan Pangan, Balitbang Golkar.

Baca Juga: Ketua GEMA Ormas MKGR, Syahrul Ramadhan Tegaskan Golkar Kota Bekasi Solid

Airlangga mengatakan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan ini, semua pihak termasuk partai politik penting mendukung upaya-upaya seperti perhatian kepada nilai tambah petani, mendorong orientasi ekspor, pemberian KUR, pengembangan urban farming seperti hydroponic serta food estate yang saat ini sedang dibuat percontohannya di dua lokasi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara.

Diharapkan keberhasilannya bisa diimplementasikan di area lainnya sehingga ketahanan pangan dan daya saing Indonesia bisa membaik. "Yang terpenting adalah upaya yang dilakukan harus berorientasi aksi, dan bisa diimplementasikan," ujar Airlangga yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI.

Dalam kesempatan yang sama, Bustanul Arifin menyoroti bahwa selama pandemik akibat Covid-19 bahwa pertanian menjadi bantalan resesi ekonomi bagi Indonesia.

Baca Juga: Riny Sofyanti Pimpin KPPG Sumut Naik Perahu Salurkan Bantuan Untuk Nelayan Seberang

"Pertumbuhan sektor pertanian 1,75% pada 2020, meskipun lebih rendah dari 3,61% tahun 2019, tetapi jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi makro yang terkontraksi atau minus 2,07% pada 2020,“ kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Unila.

Untuk itu ia menambahkan agar selama pandemi Covid19 harus terus perlu dikawal dan dikendalikan pemulihan perekonomian nasional, karena dampaknya pada ketahanan pangan dan kehidupan menjadi serius.

Sementara itu Fracsiscus Welirang, menyampaikan dalam hal ketahanan pangan selain dampak dari Covid-19, penting juga untuk diperhatikan adanya perubahan iklim. “Perubahan iklim ini sangat berpengaruh terhadap semua aspek food system," ujar Franciscus.

Baca Juga: Sindir Moeldoko, Achmad Annama: Pensiunan Jenderal Masuk Politik Bikin Partai Saja

Pengaruh perubahan iklim terhadap food system yang ia maksud adalah produksi dan ketersediaan pangan akan berkurang karena cuaca ekstrim menyebabkan hasil panen berkurang; akses terhadap pangan akibat kenaikan harga (karena produksi turun).

Dan penurunan pendapatan karena gagal panen; kualitas produksi pangan karena adanya kenaikan kandungan CO² mengurangi kandungan nutrisi pada pangan; dan juga cuaca ekstrim berpotensi meningkatkan (makanan terbuang dan mejadi sampah) food waste & loss.

Untuk itu pria yang akrab disapa Franky ini mengusulkan solusi dalam mengatasi perubahan iklim ini melalui pemilihan bibit yang tepat.

Baca Juga: Kaca Mobilnya Dipecahkan Saat Parkir di Megamendung, Barang dan Uang Firman Mulyadi Ludes Dicuri

"Indonesia terdiri dari wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara dan curah hujan (iklim); sifat fisik, morfologi dan kimia tanah; dan topografi yang berbeda-beda. Akibatnya varietas tanaman yang unggul di satu wilayah, belum tentu unggul dan produktif di wilayah lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengembangan bibit unggul spesifik wilayah pemberdayaan kearifan lokal dalam pengembangan benih,” ujar pengusaha di bidang makanan ini.

Sedangkan Dwi Andreas Santoso melihat bahwa ketahanan pengan ini seringkali menjadi faktor kunci bagi kestabilan dan ketahanan nasional suatu negara.

“Beberapa krisis politik di dalam negeri saat zaman Orde Lama maupun Orde Baru salah satu pemicunya adalah krisis pangan. Begitu juga saat terjadi krisis politik di kawasan Timur Tengah yang dikenal Arab Spring dan juga kudeta di Sudan, salah satu pemicunya adalah krisis pangan,” ujar Guru Besar IPB ini.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta Kominfo dan Polri Sigap Berantas Hoaks Vaksin COVID-19

Untuk itu, menurutnya perhatian terhadap ketahanan pangan harus serius dilakukan oleh semua pihak, termasuk partai politik untuk terwujudnya kedaulatan pangan. Dukungan dari partai politik ini terutama untuk mendukung kedaulatan petani yang merupakan salah satu pilar dari kedaiulatan pangan itu sendiri.

Senada dengan Dwi Andreas, Marahmat dari Kemenhan RI juga melihat aspek ketahanan pangan memiliki fungsi yang strategis.

Untuk itu Kementerian Pertahanan RI mempunyai program khusus terkait hal ini, yaitu membudidayakan singkong selain juga mendukung food estate yang saat ini tengah gencar dikembangkan pemerintah di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

Baca Juga: Beri Layanan Rapid Antigen dan Swab PCR, Golkar Bangun Yellow Klinik Di Seluruh Provinsi, Kabupaten, Kota

Kegiatan diskusi virtual ini berlangsung selama lebih dari dua jam dan dihadiri oleh fungsionaris Balitbang Golkar serta masyarakat pemerhati pangan dan pertanian.

Dalam pidato pembukaan,Ketua Balitbang Golkar, Jerry Sambuaga menyatakan bahwa kegiatan diskusi virtual ini diadakan oleh Balitbang Golkar secara rutin sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi Partai Golkar pada masyarakat.

“Partai Golkar tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan politik praktis, namun juga memberikan edukasi dan pemberdayaan bagi masyarakat,” ujar Jerry.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta Kominfo dan Polri Sigap Berantas Hoaks Vaksin COVID-19

Sementara itu, sebagai tindaklanjut dari diskusi virtual ini, Andi Bachtiar Sirang selaku Sekretaris Balitbang Golkar menyatakan bahwa Partai Golkar melalui Balitbang akan serius mengawal implementasi ketahanan pangan ini.

“Balitbang Golkar akan menjembatani pembuatan rencana-rencana aksi melalui kader-kadernya di legislatif dan eksekutif terutama mewujudkan regulasi dan kebijakan yang mendukung kepentingan petani dan masyarakat banyak,” ujar Bachtiar. {jakarta.tribunnews}

fokus berita : #Jerry Sambuaga #Airlangga Hartarto