09 Maret 2021

Ferdiansyah Yakin Sistem Pendidikan Nasional Mampu Tingkatkan Imtak dan Majukan Iptek

Berita Golkar - Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah menyampaikan bahwa, Revisi Undang-undang (RUU) nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) momentum penyempurnaan konsep sistem pendidikan melalui pendekatan Omnibus Law.

Hal itu dikatakan dalam acara Focus Group Discussion (FGD), kerjasama Universitas Pendidikan Indonesia dengan Badan Keahlian Setjen (BK-DPR RI), Selasa (9/3/2021).

Menurut Ferdiansyah, sistem pendidikan nasional yang diatur dalam UU Sisdiknas harus mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga: Sarmuji Desak Pemerintah Stabilkan Anjloknya Harga Gabah Petani Saat Panen Raya

"Serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi 4 hal yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, memilihara persatuan bangsa, memajukan peradaban dan memajukan kesejahteraan umat manusia," tutur Ferdiansyah.

"Hal ini berdampak bahwa kewajiban negara terhadap warga negara dalam bidang pendidikan mempunyai dasar yangg fundamental," sambungnya.

Politisi Partai Golkar itu menyebut, adanya tujuan nasional tersebut mengakibatkan bahwa kewajiban mencerdaskan bangsa melekat pada eksistensi negara, sehingga negara memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD.

Baca Juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Minta Pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang Dipercepat

"Bahkan seharusnya untuk pendidikan dasar, baik negeri maupun swasta harus cuma-cuma karena menjadi tanggung jawab negara yang telah mewajinkan setiap warga negara mengikuti pendidikan dasar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Pendidikan DEPINAS SOKSI itu menjelaskan, era reformasi telah membenarkan ruang yang cukuup besar bagi perumusan kebijakan-kebaijakan pendidikan baru yang bersifat reformatif dan revolusioner serta bentuk kurikulum menjadi berbasis kompetensi.

Ke depannya, Ferdiansyah berharap perbaikan perlu akan terus dilakukan khususnya untuk menjawab tantangan demografi dan zaman industri 4.0.

"Oleh karena itu, Omnibus law insya Allah kita angan-angan bisa menjawab tetap memberi keleluasaan bukan merdeka sebebas-bebasnya merdeka tetapi ada koridornya, apalagi didekatkan denhan koridor NKRI bineka tunggal ika, UUD 19945 dan pancasila ang mendasar untuk menjadi ideologi kita," pungkasnya. {akurat}

fokus berita : #Ferdiansyah