11 Maret 2021

Menperin Agus Gumiwang Sambut Baik Rencana Frisian Flag Bangun Pabrik Baru Senilai Rp,3,8 Triliun

Berita Golkar - Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan. Hal ini berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

“Industri ini masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku. Sebab sampai saat ini hanya 22 persen bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Groundbreaking Pabrik Baru PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (9/3).

Maka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT Frisian Flag Indonesia yang berupaya mendorong pertumbuhan produksi susu segar agar dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu di dalam negeri.

 

Baca Juga: Selain Keluarga dan Sekolah, Hetifah Minta Kemendikbud Jadikan Rumah Ibadah Bagian Pembangunan Pendidikan

“Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT Frisian Flag Indonesia guna terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Langkah yang dijalankan oleh PT Frisian Flag Indonesia tersebut, di antaranya melalui berbagai program seperti bantuan Milk Collection Point (MCP) koperasi susu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui Akademi Peternak Muda dan Farmer2Farmer.

Serta pembangunan dairy village (desa susu). Upaya itu, lanjut Agus, sejalan dengan program Kemenperin, guna mewujudkan substitusi impor 35 persen pada 2022.

Baca Juga: Adde Rosi Khoerunnisa Terus Dorong Pemenuhan Kebutuhan Perempuan Atas HAM

Agus menyambut baik pembangunan pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia dengan investasi tahap awal (tahun 2020-2023) sebesar 225 juta euro atau Rp 3,8 triliun untuk produk susu cair dan susu atau krimer kental manis.

“Kami memandang, komitmen dari PT Frisian Flag Indonesia merupakan suatu strategi bisnis yang tepat. Guna terus memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk susu olahan berkualitas,” jelasnya.

Pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia seluas 25 hektare tersebut berkapasitas 244 juta liter per tahun untuk susu cair serta 476 ribu ton per tahun untuk produk krimer kental manis. Produknya ditargetkan 90 persen ke pasar ekspor, dan 10 persen ke pasar dalam negeri. Penyerapan tenaga kerja akan mencapai 848 orang.

Baca Juga: Bakal Bubarkan 19 Lembaga Negara, Azis Syamsuddin Minta Menpan RB Tjahjo Kumolo Kaji Matang

Saat ini, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun setara susu segar, yang jumlahnya perlu ditingkatkan untuk kompetitif di tingkat regional. “Kami yakin peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan akan terus tumbuh tinggi ke depannya,” ujar Agus.

Optimisme tersebut seiring terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah. Sekaligus bertransformasinya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19.

“Selain itu juga semakin meningkatnya share populasi masyarakat berusia muda terutama generasi Z yang bersifat aktif, dinamis, dan memiliki mobilitas tinggi khususnya di kawasan urban. Ini diperkirakan akan mendongkrak permintaan terhadap produk minuman susu yang praktis dan siap dikonsumsi (ready to drink/RTD),” tuturnya.

Baca Juga: Dwi Hartanto Pastikan Yellow Clinic Akan Dibangun Di Kantor DPD I dan DPD II Seluruh Indonesia

Presiden Direktur PT Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert menyampaikan, setelah hampir 100 tahun hadir di Indonesia, perusahaan merealisasikan investasi guna membangun pabrik terbesar dari FrieslandCampina di dunia.

“Pabrik baru ini akan mencakup fasilitas produksi atau pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan sudah pasti teknologi ramah lingkungan,” jelas dia.

Seiring investasi tersebut, perusahaan akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dalam negeri yang dipasok oleh belasan ribu peternak sapi perah rakyat di tanah air.

“Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh penjuru tanah air,” kata Maurits. {republika}

fokus berita : #Agus Gumiwang