14 Maret 2021

Aliran Hakekok Banten Menyimpang Lagi, Muhammad Fauzi Ingatkan Kemenag Lakukan Pembinaan Serius

Berita Golkar - Polisi mengamankan 16 pengikut aliran Hakekok di Banten, Kamis (11/3/2021) lalu. Aliran Hakekok adalah salah satu aliran yang dianggap menyimpang sejak 2009 lalu. Aliran sesat ini melakukan ritual mandi bareng tanpa busana, Kamis (11/3) lalu.

Ritual menyimpang itu dilakukan di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Video penggerebekan aliran tersebut sempat viral di media sosial.

Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Fauzi meminta agar Kementerian Agama bersama para tokoh agama untuk memberikan pembinaan. Menurutnya, munculnya aliran seperti ini terkadang disebabkan kurangnya pengetahuan tentang agama.

Baca Juga: Golkar Jaksel Gelar Swab Antigen Untuk Kader Yang Berangkat Diklat Politik di Bogor

"Penyuluh keagamaan di kemenag perlu segera melakukan pembinaan. Meskipun telah diamankan oleh pihak kepolisian, solusi terbaik bagi pengikut kelompok seperti ini adalah diberi pemahaman agama yang benar agar tak mengulanginya," jelasnya.

Apalagi, jelas, Anggota DPR dari Dapil Sulsel III ini, aliran tersebut sebelumnya telah pernah ada di tahun 2009. Kemunculannya kembali di tengah masyarakat dinilai perlu perhatian lebih serius agar tidak kembali terulang.

Muhammad Fauzi juga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang langsung mengamankan. Sebab, bisa saja mengundang respon yang tidak diinginkan dari masyarakat setempat.

"Jika memang ada unsur tindak pidana tentu perlu diberi sanksi tegas. Khususnya bagi pimpinan aliran tersebut," terangnya.

Baca Juga: Pria Korsel Hina Wanita Indonesia, Adde Rosi Sebut Diskriminasi dan Pancing Kemarahan Rakyat

Sebelumnya, polisi mememukan jimat dan kondom saat mengamankan oengikut aliran tersebut. Dari hasil interogasi polisi, diduga pimpinan aliran hakekok menggauli para santri dengan dalih perkawinan ghaib.

Sebelumnya, Polisi menduga ikut aliran Hakekok diduga sesat. Mandi bersama dilakukan di penampungan air PT GAL yang berada di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong. Kuat dugaan perbuatan itu dilakukan sebagai bagian ritual aliran sesat.

Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/3/2021) pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Terpilih Pimpin AMPI Kalbar, Arief Rinaldi Siap Rangkul Kaum Muda Untuk Bangun Optimisme

"Ada 16 orang yang diamankan, terdiri dari lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak," kata Riky saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, mandi bersama itu sebagai bagian dari ritual aliran yang disebut ajaran Hakekok. Kegiatan ritual tersebut diakui baru dilakukan satu kali dengan tujuan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan menjadi lebih baik.

Lalu apa itu apa itu Aliran Hakekok?

Riky mengatakan, aliran Hakekok dibawa oleh warga berinisial A yang mengaku murid seorang pemimpin ajaran tersebut yang berasal dari Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Targetkan Ratusan Kantong Darah, Golkar Kepri Peduli Gandeng PMI Gelar Aksi Donor Darah

Saat ini 16 orang tersebut masih diperiksa dan polisi belum bisa menyimpulkan apakah ajaran Hakekok tersebut benar aliran sesat atau bukan.

"Besok (Jumat) baru akan dilakukan rapat dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). Ada MUI juga untuk menentukan ini aliran sesat atau bukan," kata Riky.

Riky meminta masyarakat Pandeglang khususnya di Kecamatan Cigeulis untuk tidak khawatir dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut lantaran saat ini sudah ditangani oleh kepolisian.

Dalam pemeriksaan petugas kepolisian, para peserta ritual mengakui mereka melakukan ritual aliran yang disebut dengan ajaran Hakekok. Ritual itu untuk membersihkan diri dari segala dosa, dan menjadi orang yang lebih baik. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Muhammad Fauzi