15 Maret 2021

Tunggu Keputusan Mendagri, James Arthur Kojongian Segera Lengser Dari Wakil Ketua DPRD Sulut

Berita Golkar - Nasib Politisi Golkar, James Arthur Kojongian di posisi Wakil Ketua DPRD Sulut tinggal menanti keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen mengatakan, setelah DPRD menetapkan keputusan memberhentikan JAK dari posisi pimpinan DPRD, ada proses lanjut yang dilakukan, ke Pemprov lanjut ke Kemendagri.

"DPRD Sulut sudah mengajukan ke Pemprov, sudah diproses pemberhentian itu dikirimkan ke Kemendagri," ujar Politisi PDIP ini.

Untuk pengganti JAK nanti di posisi pimpinan DPRD, masih menunggu pengesahan dari Mendagri. Partai Golkar pun belum menentukan peggantinya karena menunggu keputusan Mendagri tersebut.

Baca Juga: Gandeng Kemendag, Lamhot Sinaga Dirikan Pusat Perkulakan di Humbahas

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Sulut, Jemmy Kumendong membenarkan, berkas JAK sudah dikirimkan ke Kemendagri. "Saya disampaikan Gubernur ke Mendagri," kata Jemmy.

Kini tinggal menanti keputusan Mendagri sebelum keputusan itu dieksekusi pihak berwenang. "Jadi kita menunggu dari Kemendagri," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah menelaah keputusan DPRD terkait JAK sesuai rekomendasi Badan Kehormatan, ada dua poin penting. Pertama, JAK diberhentikan dari pimpinan Dewan. Kedua, merekomendadikan pemberhentiaan JAK sebagai Anggota DPRD namun diserahkan keputusannya ke Partai Golkar.

"Untuk yang pemberhentian sebagai pimpinan DPRD sementara diproses di Kemendagri. Sementara untuk pemberhentian sebagai Anggota DPRD itu di ranah partai, ini yang belum masuk ke Pemprov," ujar Jemmy.

Baca Juga: Hamka Baco Kady Ajak Warga Makassar Jadikan Empat Pilar Kebangsaan Landasan Kematangan Berpikir

Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulut, Rasky Mokodompit tak menanggapi lebih soal nasib JAK di DPRD Terkait penggantinya di posisi pimpinan DPRD, maupun nasibnya sebagai wakil rakyat di Gedung Cengkih, Golkar belum memutuskan "Masih berproses," ujarnya.

JAK sebelumnya tersandung kasus pengadangan mobil oleh istrinya Mikhaela Elsiana Paruntu (MEP). Pengadangan itu berbalut dugaan perselingkuhan.

Kasus berbalut isu perselingkuhan, ketika diadang istrinya, JAK di dalam mobil bersama gadis insial AS. Kemudian istrinya MEP mengadang mobil meminta JAK langsung turun dari mobil. Sadar MEP merupakan istri sahnya. Berkali MEP memintq agar AS turun dari mobil.

Baca Juga: Calon Tunggal, Andi Ilham Zainuddin Hampir Pasti Pimpin Golkar Pangkep

JAK dengan sadar menjalankan mobil dengan niat agar MEP menepi, tapi MEP tetap bersikukuh tidak ingin menepi. MEP kemudian naik ke deksel. JAK menjalankan mobil sehingga MEP bergelantungan di deksel mobil, dihantar sepanjang jalan.

Kondisi tersebut membuat MEP berteriak minta tolong sehingga masyarakat berhamburan keluar rumah. Warga ikut membantu mengadang mobil JAK. {manado.tribunnews}

fokus berita : #James Arthur Kojongian