15 Maret 2021

Pasangan NU-Pasti Siap Terima Apapun Keputusan MK Soal Pilkada Kabupaten Bandung

Berita Golkar - Pilkada Kabupaten Bandung menjadi sorotan hingga kini. Belum ada pemenang secara sah karena sengketa sedang bergulir Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan nomor urut 1, Kurnia Agustina-Usman Sayogi, menggugat KPU dalam penyelenggaraan Pilkada Bandung.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Sugianto, mengungkapkan, pihaknya selalu mencermati setiap perkembangan pasca-pelaksanaan pilkada di wilayah Kabupaten Bandung. Golkar merupakan partai pendukung pasangan Kurnia Agustina-Usman Sayogi.

"Sudah diketahui oleh publik bahwa kita sedang mengikuti perkembangan persidangan di MK dan bukan hanya saja di MK tapi di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Terus juga di ombudsman termasuk juga di PTUN," ujar Sugianto, di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Christina Aryani Bongkar Rahasia Ketum Airlangga Bikin Elektabilitas Golkar Tetap Melejit

Sugianto mengungkapkan, maksud dan tujuannya, tiada lain bagaimana memberikan sebuah pendidikan politik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung tentu juga secara nasional.

"Proses Pilkada Kabupaten Bandung ini sangat menarik, menjadi bahan perhatian semua pihak. Jangankan bagi masyarakat, bagi kami pun ini sebuah pendidikan politik yang sangat luar biasa. Kalau dalam istilah hukum ini adalah yurisprudensi, bagaimana kita melakukan edukasi di dalam proses pilkada di wilayah Kabupaten Bandung," kata Sugianto.

Sugianto mengungkapkan, dari pasangan calon nomor 1 sangat menghormati terhadap proses yang dilakukan di MK, khususnya.

"Sehingga mudah-mudahan pada saatnya yang direncanakan tanggal 19 sampai 24 Maret ini, menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Tentunya bagi kami, apa pun keputusan ini adalah sesuatu yang terbaik," ujarnya.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta TNI-Polri Tingkatkan Pengamanan Penerbangan Sipil di Papua

Sugianto mengatakan, tentunya atas fakta hukum yang sudah digelar di persidangan, termasuk juga pendapat-pendapat para ahli. Ini sudah membuktikan, argumen-argumen dalil yang disampaikan, ini betul-betul sangat logis dan berdasar pada aturan hukum.

"Oleh karenanya, tentu kami berharap azas keadilan ini milik seluruh warga Indonesia. Kami pun dari partai pengusung termasuk juga dari pasangan calon, sangat berharap azas keadilan ini bisa ditegakkan oleh penegak hukum terutama di Mahkamah Konstitusi," katanya.

Sugianto memaparkan, yang menjadi pengamatan pihaknya selama ini, mudah-mudahan atas doa semua pihak proses ini bukti kepada publik. "Bahwa kebenaran ini, bisa dibuktikan dalam proses di Mahkamah Konstitusi pada khususnya," kata dia. Menurut Sugianto, Pilkada Kabupaten Bandung kali ini berbeda dengan yang sebelumnya.

Baca Juga: Makna Di Balik Pertemuan Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto di Hambalang

"Kami ingin buktikan bukan berbicara kalah dan menang tapi bagaimana kita menegakkan aturan. Rasa keadilan ini adalah milik semua warga negara, oleh karenanya apa pun keputusan di MK mau kalah mau menang, bagaimana keadilan itu ditegakkan. Dan ini harus diketahui oleh publik, masyarakat Kabupaten Bandung," ucapnya.

Sugianto memaparkan, yang dibawa ke MK ini bagaimana melihat, terutama dari sisi yang diusulkan. Ini adalah tentang visi misi dari pasangan yang dilihat ini menjadi sesuatu yang menjadi tersetruktur sitematis dan masif di tengah-tengah masyarakat.

"Ini sudah dibuktikan di proses persidangan MK, pada saat hakim bertanya, pada saat saksi ahli menjawab, dan ini sudah dinyatakan sebuah TSM," tuturnya.

Sugianto menegaskan, sekali lagi pihaknya menghormati segala keputusan yang diputuskan oleh MK. "Apa pun juga siap menerima, yang jelas inti dari permasalahan ini adalah bagaimana kita menemukan rasa keadilan di proses persidangan tersebut," katanya. {jabar.tribunnews}

fokus berita : #Sugianto