21 Maret 2021

Dukung Impor Sejuta Ton Beras, Firman Soebagyo Nilai Penting Untuk Cadangan dan Stabilkan Harga

Berita Golkar - Pemerintah akan impor 1 juta-1,5 juta ton beras dalam waktu dekat ini. Kebijakan ini menjadi polemik dan pro kontra di tengah masyarakat. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan itu dilakukan untuk menjaga cadangan/stok pangan menjelang hari besar keagamaan di dalam negeri supaya harga tetap terkendali.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyampaikan pandangannya bahwa yang disampaikan oleh Mendag Lufti tersebut masuk akal dan benar karena dalam UU pangan maupun UU cipta kerja tentang impor pangan masih diperbolehkan guna memenuhi cadangan atau stok pangan masional agar tidak terjadi kekosongan pasokan dan menimbulkan gejolak harga pasar.

Baca Juga: TB Haerul Jaman Dorong Percepatan Tol Serpong-Balaraja Untuk Konektivitas dan Pembangunan Banten

"Jadi, impor ini diperuntukkan untuk cadangan dan bukan langsung didistribusikan di pasar dan ini untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pangan bila sewaktu waktu terjadi devisit pasokan di masyarakat," kata Firman dalam keterangannya yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (21/3/2021).

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, ketersediaan pangan ini menjadi hal penting, karena penduduk Indonesia jumlahnya 270 juta lebih dan harus ada jaminan pangan dan tidak boleh diabaikan, mengingat itu adalah amanat konstitusi bahwa “pangan harus tersedia oleh nagara” dan pangan adalah “hak asasi manusia”.

Oleh karena itu, Firman mengatakan sebagai bentuk antisipasi dan pemenuhan terhadap amanat konstitusi negara.

Baca Juga: Kosgoro 1957 Tegaskan Dukung Golkar Calonkan Kader Terbaiknya Airlangga Jadi Capres 2024

Langkah pemerintah ini penting, karena data stok pangan yang disampaikan Bulog bahwa serapan sampai dengan bulan April adalah masih dalam bentuk harapan panen akan datang dan ini masih belum bisa dipastikan apakah dapat terpenuhi atau tidak.

Terlebih lagi, berdasarkan resume dipaparkan dalam penjelasan rapat dengan Bulog bersama Baleg bahwa stok mereka saat ini sebanyak 883.585 ton terdiri dari beras CBP 859.877 ton dan beras Kom 23.708 ton merupakan kebutuhan penjualan KPSH bulog.

"Waktu masih panjang sampai April dan ini baru Maret, apalagi kita harus tahu persis apakah stok disampaikan Bulog akurasinya benar atau tidak. Karena saya meyakini stok beras dimiliki Bulog itu keberadaan di gudang mana dan berapa kerusakan yang ada kan belum dijelaskan oleh Bulog," tegas Firman sembari mendesak Komisi IV DPR RI segera melakukan pengecekan di gudang-gudang Bulog. {industry}

fokus berita : #Firman Soebagyo