23 Maret 2021

Ketua DPRD Hamiruddin Minta Pemulangan Korban Sandera Abu Sayyaf Asal Wakatobi Dipercepat

Berita Golkar - Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi, Hamiruddin berharap pemerintah Indonesia segera mengurus pemulangan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui berasal dari Wakatobi yang telah bebas dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf, dipercepat.

“Kita berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi segera mengurus seluruh administrasinya agar proses pemulangan warga Wakatobi yang telah bebas dari penyanderaan Abu Sayyaf, bisa lebih cepat,” ucap Hamiruddin penuh harap, Senin (22/3/2021)

Empat WNI itu yakni, AKM (30), AD (41), AR (26), dan MK (14) diselamatkan pada Kamis (18/3/2021) sore hari di perairan Tawi-Tawi saat kapal yang digunakan kelompok ASG membawa tiga WNI terbalik akibat gelombang laut, dan MK (14) berhasil diselamatkan di pulau Kalupag, Filipina pada Minggu (21/03/2021) oleh aparat keamanan Filipina.

Baca Juga: Arif Fathoni Pastikan Golkar Kota Surabaya Serap Keluhan dan Aspirasi di Ruang Komunikasi Digital

Menurut Hamiruddin, percepatan pemulangan empat warga Wakatobi ini sangat penting untuk pemulihan kejiwaan pasca penyanderaan. “Pasti mereka mengalami trauma yang mendalam, karena selama penyanderaan satu tahun lebih ini mereka mendapatkan tekanan dan penyiksaan,” terangnya.

Apa lagi, satu dari empat sandera ini merupakan anak dibawa umur, yang sudah pasti mengalami trauma yang mendalam. Hamiruddin menegaskan, anak ini harus mendapatkan pendampingan dan penanganan khusus dari pemerintah untuk memulihkan kondisi psikolonya.

“Kami minta setelah mereka (para sandera) tiba dikampung halaman, pemerintah tidak serta melepaskan tangan begitu saja, tapi tetap terus mendampingi mereka untuk memulihkan psikologi mereka, terutama anak yang dibawa umur ini,” pinta politisi Golkar itu.

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-19, Taufiq Erman Pastikan AMPG Fokus Garap Kaum Milenial Riau

Menurutnya, seharusnya di usianya yang baru beranjak 14 tahun yakni MK masih harus bermain-main dengan teman sebayanya dan merasakan indahnya duduk di bangku sekolah, namun diusianya yang masih kecil ia telah merasakan kekejaman dan penyiksaan oleh Abu Sayyaf.

“Jadi sekali lagi saya minta anak ini harus mendapatkan perhatian khusus. Kasian, anak-anak seusiannya asik bermain teman-teman dan berkumpul bersama keluarga tapi dia malah merasakan penyiksaan dari Abu Sayyaf,” tegasnya

Empat WNI yang telah diselamatkan ini akan dibawa ke Zamboanga sebelum diterbangkan ke Manila. Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) melalui KBRI Manila dan KJRI Davao City akan berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk proses repatriasi ke Indonesia. {sultrakini}

fokus berita : #Hamiruddin