24 Maret 2021

Tantowi Yahya Ajak Papua Belajar Kelola Investasi Pariwisata Dari Selandia Baru

Berita Golkar - Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia dan Selandia Baru. Namun, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak selama pandemi Covid-19.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook dan Niue, Tantowi Yahya mengatakan, guna memastikan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi, investasi di sektor pariwisata sangat mutlak diperlukan. Selandia Baru layak dijadikan contoh karena investasi di negara tersebut orientasinya sustainable dan inklusif.

“Selandia Baru berhasil dalam pariwisatanya maju dan lingkungannya tetap terjaga dengan 10 growth framework yaitu Embedding sustainability, Managing destinations, Growing and shaping demand, Embracing tikanga maori (traditional value).

Baca Juga: Ketua DPRD Hamiruddin Minta Pemulangan Korban Sandera Abu Sayyaf Asal Wakatobi Dipercepat

Living tiaki (commitment), Engaging community, Measuring and managing industry carbon use, Investing in infrastructure and amenities, Fostering domestic tourism, dan Investing to deliver quality tourism data and research”, ujar Tantowi Yahya dalam webinar "Pariwisata yang Berkelanjutan", Kamis (18/3/2021).

Berkolaborasi dengan mengadopsi 10 growth framework tentu sangat signifikan untuk menciptakan investasi yang harmonis di Papua.

“Pertama, investasi yang harmonis dan sustainable sangat memungkinkan karena Papua belum menjadi wilayah yang padat dalam berinvestasi sehingga sangat mudah bisa ditata. Investor atau stakeholder yang ingin berinvestasi harus beradaptasi dengan konsep yang kita ajukan seperti menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama," ujar Tantowi.

Baca Juga: Ace Hasan Dukung Rencana Masjid DKI Jakarta Jadi Lokasi Vaksinasi dan Pusat Informasi COVID-19

Kedua, investasi yang inklusif harus melibatkan masyarakat lokal dengan memberdayakan tenaga kerja yang mewadahi dan kapasitas pekerja asal Papua yang sudah sangat baik.

Senada dengan itu Staf Khusus Presiden asal Papua, Billy Mambrasar menyampaikan bahwa Selandia Baru dapat menjadi contoh bagi Papua untuk dapat mengembangkan investasi di sektor pariwisata.

“Selandia Baru memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya serta sukses dalam bidang investasi pariwisatanya. Papua juga memiliki modal keindahan alam dan tentunya kekayaan budaya.

Baca Juga: Reses dan Silaturahim di Pantai Desa Balbo, Sulhan Manggabarani Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Cara-cara Selandia Baru dalam mengembangkan investasi pariwisata ini tentunya dapat diadopsi untuk meningkatkan investasi pariwisata di Papua. Apalagi saat ini Papua sudah sangat siap dan memiliki generasi emas yang sudah mulai berbisnis dengan inisiatif sendiri, mulai dari pengetahuan pariwisata,” urai dia.

Selain Tantowi Yahya dan Billy Mambrasar, hadir pula narasumber lainnya pada webinar tersebut, antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Bapak Tjokorda Bagus Pemayun, dan Associate Professor Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Ibu Myrza Rahmanita. {beritasatu}

fokus berita : #Tantowi Yahya