26 Maret 2021

Nurdin Halid Ungkap Airlangga Hartarto Paling Layak Gantikan Jokowi Jadi Presiden RI

Berita Golkar - Wakil ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengungkapkan bahwa pengganti Jokowi di Pilpres mendatang yang paling layak yaitu Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai ketua umum DPP Partai Golkar.

Sekedar diketahui bahwa perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) rencananya akan digelar pada 2024 mendatang. Meski masih menyisahkan waktu 3 tahun, sejumlah nama sudah bermunculan untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Salah satu bakal calon yang diprediksi akan ikut berpartisipasi di Pilpres 2024 mendatang yakni Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Hal tersebut diungkapkan oleh politisi senior yang juga sementara menjabat sebagai Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid.

Baca Juga: Tanggapan Gde Sumarjaya Linggih Soal Rencana Impor Beras dan Bulog Gagal Jaga Ketahanan Pangan

“Selain memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas, dan sarat pengalaman, Airlangga Hartarto memiliki chemistry yang kuat dengan Presiden Jokowi,” tutur politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid dikutip dari Gatra.com

Sebab itu, Nurdin menilai Airlangga pantas melanjutkan kepemimpinan Jokowi untuk periode 2024-2029 mendatang. Nurdin merasa perlu menyatakan hal itu terkait keputusan Rapimnas I Partai Golkar awal Maret lalu yang secara bulat menetapkan Airlangga sebagai calon presiden partai berlambang pohon beringin tersebut.

Rapimnas I Partai Golkar yakin jika Airlangga mampu memimpin koalisi besar partai politik untuk meraih kemenangan dalam tiga agenda pesta demokrasi 2024, yaitu Pileg (Pemilu Legislatif), Pilpres (Pemilu Presiden) dan Pilkada (Pemilu Kepala Daerah).

Baca Juga: John Kenedy Azis Usulkan Calon Jaksa Agung Jalani Uji Kelayakan di DPR

Rapimnas I Partai Golkar yang dihadiri wakil dari 34 DPD Provinsi, Hasta Karya, Organisasi Sayap Golkar, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, dan Dewan Etik.

“Rapimnas mengeluarkan keputusan yang luar biasa strategis karena percepatan konsolidasi organisasi menjadi partai modern sudah terurai sangat baik. Kini, langkah-langkah konsolidasi untuk menjadi pemimpin koalisi besar tinggal diimplentasikan oleh segenap struktur dan jaringan, mulai dari pusat, DPD I, DPD II hingga di level akar rumput di desa,” kata Nurdin, Rabu (24/3) lalu.

Nurdin menjelaskan, target kemenangan di tiga event politik dan memimpin koalisi besar partai politik dalam kontestasi demokrasi 2024 dilandasi analisis data dan fakta serta beberapa pertimbangan argumentatif.

Baca Juga: Rencana Impor 1 Juta Ton Beras Saat Panen Raya, Mukhtarudin Desak Bulog Dibubarkan Saja

Disebutkan, Golkar adalah pemenang kedua dalam Pileg 2019 dengan perolehan suara 12%. Dengan berbagai langkah konsolidasi organisasi dan modernisasi manajemen empat tahun terakhir hingga nanti 2024, Nurdin yakin perolehan suara Golkar pada 2024 akan naik secara signifikan.

“Pemenang kedua dengan perolehan suara 12% adalah pencapaian yang signifikan justru disaat Golkar baru menyelesaikan masalah internal yang berkepanjangan. Sebagai pemenang nomor dua dengan 12% suara, wajar saja kalau Golkar menempatkan diri sebagai pemimpin Koalisi Besar. Butuh tambahan satu partai saja untuk bisa dapat tiket mencalonkan presiden. Tapi kita tentu berharap tidak hanya satu partai, melainkan dengan beberapa partai,” ujar Nurdin. {makassar.terkini}

fokus berita : #Nurdin Halid #Airlangga Hartarto