29 Maret 2021

Adrianus Asia Sidot Sebut Teror Bom Makassar Ganggu Kamtibmas dan Ancaman Keutuhan NKRI

Berita Golkar - Menyikapi pasca aksi teror bom bunuh diri di Makasar, Anggota DPR RI Kalbar Dr Adrianus Asia Sidot minta semua masyakarat Kalbar junjung tinggi cinta damai dan sikap toleransi antar umat beragama.

"Maka kami sering turun ke lapangan dan memanfaatkan waktu reses untuk bersosialisasi tentang empat pilar,"ujar Anggota DPR RI Dapil 2 Kalbar pada Senin 29 Maret 2021.

Lanjutnya, dalam sosialisasi Empat Pilar yang di sosialisasikan bertujuan untuk rawat Kebhinekaan dan kembangkan sikap Toleransi antar umat beragama demi terwujudnya masyarakat cinta damai.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Minta Polri Perintahkan Seluruh Polda Jangan Kecolongan Lagi Aksi Terorisme Bom Bunuh Diri

Legislator Partai Golkar Kalbar ini mengatakan Negara Republik Indonesia sampai ini tetap berdiri kokoh karena Para Founding Fathers sudah meletakkan pondasi yang sangat penting yakni Empat pilar yang kokoh menyokong Negara Indonesia itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

"Seperti kita ketahui meskipun terdiri dari berbagai suku dan agama namun berkat 4 pilar Negara Indonesia tetap bersatu, agar tak mudah di goyang kedaulatan Indonesia."ujar Mantan Bupati Landak dua periode ini

Ia juga menjelaskan beberapa waktu sering di dengar belakangan ini mulai banyak paham intoleransi dan kelompok-kelompok radikal yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Nama Usman Marham Menguat Untuk Jadi Ketua Golkar Pinrang

"Dan seperti yang baru kemarin terjadi aksi teror Bom Bunuh diri di rumah ibadah yang ada di Makasar, hal itu merupakan ancaman bagi NKRI dengan mengganggu situasi Kamtibmas, saya berharap aparat keamanan TNI-Polri di Kalbar untuk senantiasa berwaspada, demi kenyamanan masyarakat,"kata Adrianus.

Dan lanjutnya, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar mengatakan dalam ini dirinya juga ikut memiliki tanggungjawab mensosialisasikan terus 4 Pilar Utama Negara agar masyarakat Kalbar tidak mudah diadu domba.

“Dengan memahami dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maka kita tidak akan mudah digoyang dengan gerakan intoleransi, Dan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu.

Walaupun rakyat Indonesia memiliki beragam suku, adat istiadat, bahasa, warna kulit dan agama tetapi tidak membuat rakyat saling bermusuhan. Mari kita rawat Bhinneka Tunggal Ika dan kembangkan sikap toleransi antar umat beragama demi terciptanya cinta damai di masyarakat,” pungkasnya. {pontianak.tribunnews}

fokus berita : #Adrianus Asia Sidot