29 Maret 2021

Elektabilitas Disalip PKB dan PKS, Dave Laksono Sebut Golkar Tugaskan Kader Terjun Langsung ke Masyarakat

Berita Golkar - Partai Golkar menugaskan kader terjun ke masyarakat. Hal itu demi meningkatkan elektabilitas Golkar yang dalam survei Charta Politika Indonesia telah disalip oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPP Golkar, Dave Akbarshah Fikarno menyatakan hasil survei menjadi masukan bagi Golkar dalam menentukan kebijakan-kebijakan ke depan. Situasinya adalah Pilkada 2022 dan 2023 tidak akan ada, sehingga dibutuhkan kegiatan yang mempertemukan kader Golkar dengan masyarakat.

Dave menyatakan Golkar akan memberikan lebih banyak penugasan kepada kader untuk terjun ke masyarakat. Tentu saja dalam pertemuan dengan masyarakat, sekalian melaksanakan sosialisasi kerja-kerja partai yang sosok Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Hetifah Dukung Upaya Gubernur Kaltim Isran Noor Afirmasi Guru Honorer Senior Jadi PPPK

“Golkar akan lebih banyak lagi menugaskan kadernya untuk terjun ke bawah,” kata Dave kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Walau elektabilitas Golkar tersalip PKS, menurut Dave, hasil survei selalu bersifat dinamis. Apalagi Pemilu 2024 masih cukup jauh. Dengan begitu, survei belum tentu merepresentasikan hasil keseluruhan konstelasi elektoral partai politik di Indonesia.

Pihaknya juga mengalami beberapa kali hasil survei justru jauh dari kenyataan di lapangan. Misalnya, survei-survei terdahulu bahkan memprediksi Golkar tak lolos angka parliamentary threshold.

“Ternyata kita masih aman. Jadi, survei enggak bisa jadi patokan, tetapi tentu akan menjadi bahan untuk kita tetap waspada,” ucap ketua umum Kosgoro 1957 tersebut.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Baso Rahmanuddin Siap Kembalikan Golkar Jadi Partai Nomor Satu di Wajo

Untuk diketahui, survei Charta Politika Indonesia merilis elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) mencapai 20,7%. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berada pada posisi kedua dengan elektabilitas 14,2%, disusul PKB 9,7%. Uniknya, PKS berada di urutan selanjutnya dengan 8,2%, berhasil mengungguli Partai Golkar dengan 7,8%.

Selanjutnya adalah Partai Nasdem 5,4%, Partai Demokrat 4,2%, PPP 2,2%, PSI 1,8%, PAN 1%, dan partai lain meraih di bawah 1%.

Survei digelar pada 20-24 Maret 2021, melalui metode wawancara telepon. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Dengan menggunakan asumsi simple random sampling, angka margin of error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. {beritasatu}

fokus berita : #Dave Laksono