31 Maret 2021

Bangga 80 Persen Aspal Alam Dunia Ada di Buton, Bupati La Bakry: Kenapa Masih Impor?

Berita Golkar - Bupati Buton Drs La Bakry, M.Si menjadi salah satu pembicara Seminar Nasional “Outlook 2021 : Menuju Indonesia Maju” di Auditorium Adhiyana Antara, Jakarta, Selasa pagi, 30 Maret 2021. Kegiatan yang mengusung tema pendidikan, kesehatan dan ekonomi ini diselenggarakan oleh Klikcoaching.

Putera daerah Buton ini mengungkapkan sangat senang dan antusias bisa menjadi salah satu pembicara pada kegiatan seminar nasional tersebut.

“Tadi saya diundang menyampaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan ekonomi di diskusi yang dipelopori oleh kalangan milenial Jakarta. Saya tadi sudah menyampaikan beberapa poin penting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan terutama ketersediaan tenaga pendidiknya.

 

Baca Juga: Karina Sanger Bersama KPPG Kota Bogor Siap Tingkatkan Elektabilitas Partai di Saat Pandemi

Kemudian penunjang teknologi pembelajaran yang juga menjadi masalah bagi kita di daerah, bukan hanya Buton, tapi juga mewakili hampir seluruh daerah-daerah di luar Jawa khususnya daerah terpencil. Persoalan hampir sama yaitu ketersediaan tenaga kependidikan, teknologi pendidikan, dan akses internet yang belum memadai,” ungkap suami dari Delia Montolalu ini.

Dikatakannya, ia dan jajaran terus melakukan koordinasi secara sinergis dengan kementerian terkait karena dibutuhkan sinergitas dengan lintas kementerian untuk penyiapan infrastruktur dan lain sebagainya.

“Selain itu, saya berbicara tentang aspal yang kaitannya dengan peningkatan ekonomi karena akan memberi kontribusi pada Indonesia hari ini dan akan datang. Saya juga menyampaikan tentang prospek aspal kita dan juga faktor-faktor lain terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemanfaatan produk-produk dalam negeri sesuai arahan Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Baca Juga: Lamhot Sinaga Desak Pertamina Tingkatkan Prosedur Keamanan Kilang dan Depo se-Indonesia

Di hadapan kalangan milenial, Ketua DPD Golkar Buton ini memaparkan 80 persen aspal alam di dunia ada di Buton dengan cadangan aspal hampir mencapai 700 juta ton. Ada dua negara di dunia yaitu Indonesia dan Trinidad and Tobago yang menyimpan cadangan aspal alam. Namun, faktanya untuk kebutuhan aspal nasional selama ini kita masih mengimpor aspal minyak dari luar negeri.

“Sejak Bupati sebelumnya dan tahun 2019 lalu saya bertemu Bapak Presiden RI Joko Widodo dan Menkomarves RI Luhut Binsar Panjaitan. Arahan bapak Presiden agar aspal Buton dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri. Kita bangga dengan produk dalam negeri yaitu aspal Buton. Dengan penggunaan Asbuton (Aspal Buton) bukan hanya menjamin kualitas aspal nasional, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi penghematan devisa negara,” tutur Bupati.

Dikatakannya, alhamdulillah tahun 2021, Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan 1.000 km pengaspalan dan pemeliharaan jalan dengan menggunakan produk aspal Buton. Ia berharap ke depan aspal Buton terus mensuplay pemenuhan kebutuhan aspal di seluruh Indonesia sehingga akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan penduduk di daerah Eks Kesultanan Buton ini.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Tegas Ingatkan Kemenkes Jangan Ada Tunggakan dan Pemotongan Insentif Nakes

Lebih lanjut, Bupati mengatakan selain ekonomi, banyak tantangan dari segi pendidikan dan kesehatan, namun kita terus berupaya agar pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan dapat terus dilakukan sebagai indikator penting dalam keberhasilan pembangunan.

“Tantangan di sektor pendidikan misalnya kita masih kekurangan tenaga guru yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan sumber daya manusia, apalagi untuk menyesuaikan dengan sistem pendidikan saat ini, termasuk tantangan di era kemajuan teknologi yang semakin berkembang”, pungkasnya.

Sementara itu, Founder Klickcoaching, Budi Sugandi mengatakan kegiatan seminar nasional pada hari ini sengaja mengumpulkan Bupati, anggota DPR, pengamat, dan pemerhati untuk bersinergi dalam menghadapi krisis Covid-19, tapi tujuannya agar Indonesia bisa maju, sesuai dengan visi Presiden Jokowi.

Baca Juga: Landasan Hukum Cukup, Misbakhun Minta Pemerintah Tak Ragu Bentuk Holding BUMN Ultra Mikro

“Kita kan anak muda punya spirit, punya tenaga, punya pemikiran, jangan diam selama Covid ini, tentu kita tetap menjaga protokol 3 M. Harus terus kita bangun api semangat dari seluruh lapisan masyarakat untuk bareng-bareng ke satu tujuan Indonesia Maju”, tuturnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan Klickcoaching merupakan platform atau start up yang fokus untuk peningkatan SDM Indonesia. Ada training online dan offline untuk peningkatan SDM. Peserta seminar nasional ini berasal dari klickcoaching milenial dari siswa SMA, mahasiswa dan yang baru lulus.

Selain Bupati, pembicara pada sesi pertama seminar nasional ini antara lain Luluk Nur Hamidah, M.Si., M.PA, anggota Komisi IV DPR RI dan Widya Priyahita P. staf Khusus Mensesneg RI dan dipandu oleh moderator Reykha Pratiwi. {siaranindonesia}

fokus berita : #La Bakry