01 April 2021

Deteksi Dini Pergerakan Teroris, Bamsoet Minta Aparat Perkuat Kegiatan Intelijen

Berita Golkar - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyatakan, penyerangan Mabes Polri merupakan alarm keras agar seluruh pihak lebih waspada terhadap serangan teroris. Bamsoet pun meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat.

"Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris," kata Bamsoet, Rabu (31/3/2021) malam.

Menurut politikus Partai Golkar tersebut, peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan TNI juga harus dimaksimalkan dalam menanggulangi terorisme.

Baca Juga: Insiden Penembakan di Mabes Polri, Lodewijk Paulus Sebut Aparat Kecolongan

Bamsoet mengatakan, dengan adanya UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, tidak ada alasan bagi aparat hukum untuk mengatakan tidak memiliki kewenangan yang cukup dalam menanggulangi terorisme.

Di samping itu, Bamsoet juga meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan penyerangan di Mabes Polri dengan agama tertentu.

"Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada di baliknya," kata dia.

Baca Juga: Laporan Keuangan LPI Tak Diaudit BPK, Misbakhun: Harus Tetap Transparan dan Akuntabel

Ia juga menegaskan, tindakan terorisme bukan hanya kejahatan terhadap kemanusiaan tetapi juga kejahatan terhadap persatuan dan kedaulatan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Bangsa Indonesia, kata Bamsoet, selama ini dapat hidup rukun dan damai antarpemeluk agama.

"Yang kita lawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia," kata Bamsoet.

Diberitakan, seorang perempuan berinisial ZA (25 tahun) menyerang Mabes Polri pada Rabu sore dengan menembakkan senjata api ke arah polisi.

Baca Juga: Nobar Film Habibie Ainun 3 Di Bioskop Dengan Prokes, Kader Golkar Sulsel Terharu dan Terinspirasi

"Yang bersangkutan menembak sebanyak enam kali. Dua kali ke anggota di dalam pos, dua yang ada di luar, kemudian menembak lagi ke anggota yang ada di belakangnya. Kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada yang bersangkutan," kata Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, Rabu malam.

Aksi teror ini terjadi tak lama setelah Polri menggerebek sejumlah terduga teroris menyusul teror bom bunuh diri di Makassar, pada Minggu (28/3/2021). Aksi teror di Makassar itu, menurut Polri, diduga dilakukan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). {nasional.kompas}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet