01 April 2021

Airlangga Hartarto Dinilai Miliki 2 Keunggulan Untuk Jadi Capres di 2024

Berita Golkar - Ketua Umum (ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto memiliki dua keunggulan untuk menjadi calon presiden (capres), dibandingkan kandidat lain pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024. Menurut peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, Airlangga memiliki modal koneksi politik yang baik di level elite.

Selain itu, Airlangga juga mempunyai jejaring yang cukup baik di level elite politik dan ekonomi. Arya menambahkan, Airlangga juga memiliki rekam jejak di legislatif, karena pernah menjadi anggota DPR. Sementara di bidang ekonomi, Airlangga pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Emiten Indonesia.

“Jadi saya kira dia punya koneksi yang bagus dan yang kedua punya sokongan partai. Dua hal itu di sejumlah calon belum dimiliki,” kata Arya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Aturan Bank Digital Tingkatkan Efisiensi Industri Jasa Keuangan

Akan tetapi, Arya menyatakan, Airlangga mempunyai pekerjaan rumah untuk dapat meningkatkan popularitasnya dalam skala nasional.

“Beliau punya tantangan dalam hal meningkatkan popularitas, tetapi calon-calon lain punya tantangan juga, misal yang populer tidak punya koneksi di level high politic terbatas. Tidak bisa mengakses tokoh-tokoh penting di partai atau tidak punya sokongan partai,” ucap Arya.

Airlangga dalam beberapa pekan terakhir melakukan safari politik dengan bertemu para ketum partai politik antara lain Surya Paloh (Partai Nasdem), Prabowo Subianto (Partai Gerindra) dan Suharso Monoarfa (Partai Persatuan Pembangunan).

Baca Juga: Larangan Mudik Bikin Perusahaan Transportasi Merugi, Azis Syamsuddin Minta Kemenhub Kucurkan Insentif

“Saya kira Pak Airlangga Hartarto membuka komunikasi ke banyak partai membuka kemungkinan partai mana yang bisa berkoalisi,” imbuh Arya.

Menurut Arya, kecil kemungkinan Airlangga dicalonkan menjadi capres jika berkoalisi dengan Gerindra. Sebab Gerindra tampaknya akan mengusung Prabowo. “Saya kira untuk Golkar-Gerindra ya ada peluang, tetapi kecil, karena Gerindra punya ambisi mencalonkan pak Prabowo,” kata Arya.

Arya melihat terdapat empat poros yang nantinya akan berkontestasi pada Pilpres 2024, yakni poros PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Nasdem.

“Jadi ada empat poros yang aktif melakukan komunikasi. Masih sangat panjang, fluktuatif, bisa saja porosnya berubah. Saya sepakat calon lebih dari dua, sehingga kandidat termotivasi untuk berkompetisi,” kata Arya. {beritasatu}

fokus berita : #Arya Fernandes #Airlangga Hartarto