05 April 2021

Bupati Juliyatmono Tegaskan Takkan Tolak Warga Karanganyar Yang Mudik

Berita Golkar - Bupati Karanganyar, Juliyatmono menolak mengeluarkan instruksi khusus terkait kebijakan mudik bagi warganya pada lebaran mendatang. Pihaknya tetap akan menerima masyarakat yang akan pulang ke kampung halamannya menjelang lebaran nanti.

Meski demikian, Pemkab mewacanakan akan menggelar swab antigen pada warga yang pulang ke kampung halamannya nanti.

Hal itu disampaikan Bupati kepada wartawan menanggapi kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang. Pihaknya mengatakan Karanganyar memilih akan melaksanakan undang-undang dan petunjuk saja.

Baca Juga: Pesan Untuk Umat Kristiani, Azis Syamsuddin: Jangan Takut Beribadah Dalam Gereja

“Kalau pemerintah pusat sudah mengimbau untuk tidak mudik ya silakan untuk diikuti dengan baik. Tapi kan kami tidak memerintah apa-apa,” ujarnya saat ditemui wartawan di rumah dinas Bupati Karanganyar belum lama ini.

Bupati menyampaikan posisi pemerintah daerah dalam hal mudik lebaran cenderung pasif. Pihaknya tetap menerima masyarakat yang akan pulang ke kampung halamannya menjelang lebaran nanti.

“Jika masyarakat pulang dan sudah ada di Karanganyar? Ya saya terima dengan penuh rasa syukur bahagia. Kan kita tidak bisa (tolak), kalau sudah di rumah mana mungkin kita kembalikan. (Akan) Kita kelola, kita rawat, kita persilakan bertemu dengan keluarga,” katanya.

Baca Juga: Sambut Ramadhan, Golkar Kota Surabaya Gelar Baksos di 31 Kecamatan

Pihaknya hanya meminta warga yang sudah tiba di kampung halaman, untuk segera melapor ke RT setempat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keresahan di lingkungan masing-masing. “Supaya bisa kita pantau agar kekhawatiran lingkungan tehadap yang bersangkutan bisa dipahami,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar jangan sampai kehadiran pemudik menyebabkan keresahan lingkungan di tempat mereka. Pemkab nantinya akan melakukan tes rapid antigen pada para pemudik. Hal ini dilakukan untuk mengikis kekhawatiran warga kampung yang kedatangan para pemudik nanti.

“Kalau nanti sudah ada di kampungnya, kita akan coba bantu melalui rapid antigen sehingga tidak perlu dikhawatirkan lingkungannya. Tapi sebelum hasilnya keluar -rapid antigen kan biasa cepat- tolong untuk di rumah dulu,” tegasnya.

Yuli mengaku tidak bisa mengimbau warganya untuk tidak mudik. Menurutnya, larangan mudik merupakan kewenangan pusat. {joglosemarnews}

fokus berita : #Juliyatmono