13 April 2021

Munafri Arifuddin Masih Cari Momen Tepat Untuk Umumkan Pengurus Baru Golkar Kota Makassar

Berita Golkar - Sebulan terpilih, Munafri Arifuddin belum mengumumkan komposisi pengurus DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Appi, sapaan, mengatakan sedang mencari momentum tepat untuk mempublikasikan struktur kepengurusan di bawah kepemimpinannya.

CEO PSM Makassar itu terpilih memimpin Partai Golkar Kota Makassar pada Selasa (9/3/2021) lalu. Dalam sebulan ini Appi masih menggodok skuad Partai Golkar Makassar untuk lima tahun ke depan. "Kemungkinan besar di bulan ramadan ini SK rampung dan akan dipublikasikan," kata Appi Selasa (13/4/2021).

Publik dan kader kini sedang menanti komposisi pengurus Partai Golkar Kota Makassar di bawah komando Munafri Arifuddin. Spekulasi berkembang di internal Partai Golkar Makassar. Posisi sekretaris, nama Andi Nurhaldin Halid, Muhammad Irianto Ahmad, dan Usman Sofian disebut-sebut bersaing menempati posisi tersebut.

Baca Juga: Puteri Komarudin Harap Kementerian Investasi Dibentuk Dengan Hati-Hati dan Akuntabel

Posisi Andi Nurhaldin Halid punya nilai tawar untuk ditunjuk menjadi Sekretaris DPD II Golkar Makassar. Saat ini, putra tokoh nasional dan senior Golkar Nurdin Halid itu duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar.

Posisinya sebagai wakil rakyat bisa membantu Appi dalam mengontrol dan mengawasi pemerintahan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi. Apalagi Appi menyatakan ingin membawa Golkar jadi mitra kritis Pemerintah Kota Makassar.

Sementara Muhammad Irianto Ahmad adalah orang dekat Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe. Ditunjuk sebagai Pelaksana tugas ketua, mantan legislator DPRD Makassar dua periode itu berhasil menyukseskan gelaran Musyawarah Daerah X Golkar Kota Makassar.

Baca Juga: Golkar Kayong Utara Dorong Abdul Zaman Calon Bupati dan Maman Abdurrahman Cagub Kalbar

Saat ini, Muhammad Irianto Ahmad juga masuk anggota formatur mendampingi Appi menyusun komposisi pengurus. Irianto Ahmad punya pengaman sebagai anggota DPRD Kota Makassar selama hampir tiga periode, ditambah pernah menjabat Direktur PD Parkir Kota Makassar.

Pria kelahiran Makassar 29 Juni 1962 itu sebelumnya pernah jadi Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota tahun 2013-2015. Sedangkan Usman Sofyan (Uso) adalah demisioner Ketua Bappilu Partai Golkar Kota Makassar.

Uso merupakan Sekretaris PCNU Kota Makassar, dan Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan SDM Dewan Masjid Indonesia Kota Makassar Periode 2018-2023. Sementara posisi bendahara, spekulasi yang berkembang, Appi disebut-sebut akan memilih Andi Suharmika.

Baca Juga: Terpilih Pimpin Kosgoro 1957 Jawa Barat, Aria Girinaya Siap Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Sejumlah kader Golkar juga menilai, Andi Suharmika punya kans mendampingi Appi sebagai bendahara. Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar Munafri Arifuddin mulai mengumpulkan kader Golkar Kota Makassar.

Appi mengumpulkan pengurus demisioner, calon pengurus, dan fraksi partai Golkar DPRD Kota Makassar di Sekretariat Partai Golkar Makassar, Jalan Lasinrang Minggu(11/4/2021) siang kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Ketua Fraksi Partai Golkar Kota Makassar Abdul Wahab Tahir, Andi Suharmika, Nurul Hidayat dan Apiyati Amin Syam selaku Anggota fraksi Partai golkar kota makassar, Kepala Bapilu demisioner Usman Sofian dan beberapa pengurus demisoner lainnya.

Baca Juga: Ilham Akbar Siap Akomodir Program Pemberdayaan Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur Bireuen

Appi mengatakan, pertemuan itu dalam rangka konsolidasi, untuk merangkul kembali kekuatan partai Golkar yang ada, dan yang pernah ada.

"Yang jauh semakin kita dekatkan, supaya membuat sebuah kekuatan baru untuk memperlihatkan Partai Golkar Makassar tetap solid dan tetap menjadi tempat untuk memberikan aspirasi," kata Appi dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Senin (12/4/2021). Kegiatan yang digelar tetap melalui prosedur protokoler kesehatan, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Munafri Arifuddin terpilih memimpin Partai Golkar Kota Makassar dalam Musyawarah Daerah X, di Hotel Novotel Jl. Chairil Anwar No.28 Kota Makassar, Selasa (9/3/2021) lalu. Jalan Appi mulus untuk menduduki kursi Ketua Golkar Makassar. Tidak ada pemungutan suara.

Musda X Golkar Makassar dibuka pukul 10:00 Wita. Pembukaan berlangsung selama satu jam hingga pukul 11:18 WITA. Setelahnya dilanjutkan agenda sidang Musda X DPD II Golkar Makassar.

Baca Juga: Sambut Bulan Suci Ramadhan, Golkar Lampung Selatan Gelar Silaturahmi dan Doa Bersama

Sidang agenda pembahasan jadwal acara musda, penetapan tata tertib, pemilihan pimpinan sidang, pemandangan umum, hingga pemilihan umum formatur rampung dalam kurun waktu satu jam.

Calon ketua Juniar Arge memutuskan mengundurkan diri dari pencalonan. Hal itu ia sampaikan di depan forum. Alhasil, Munafri Arifuddin pun ditetapkan secara aklamasi pada pukul 12:14 WITA.

Peserta Musda X Golkar Makassar pun merespon dengan gemuruh. Ia menyambut Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Tak ada riak-riak ataupun tensi politik yang memanas.

"Alhamdulillah Musda Golkar Makassar kita selesaikan sesuai arahan Ketua DPD I Bapak Taufan Pawe sebelum duhur," kata Rahman Pina yang memimpin sidang, Selasa (9/3/2021) lalu.

Baca Juga: Survei KedaiKOPI: Airlangga Tokoh Parpol Dengan Elektabilitas Tertinggi Jadi Capres 2024

Dalam kesempatan itu, Rahman Pina juga membacakan Surat Diskresi Ketua Umum Airlangga Hartarto yang dikantongi Munafri Arifuddin. Diskresi dibutuhkan karena Appi belum genap lima tahun menjadi kader Partai Golkar. Appi akan menakhodai Partai Golkar Kota Makassar selama lima tahun ke depan.

Mantan calon Wali Kota Makassar itu mengatakan siap menjadi mitra kritis pemerintahan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi. Partai Golkar mengontrol lima kursi parlemen di DPRD Kota Makassar.

Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Makassar akan aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan Danny-Fatma. "Mari jadi sahabat kritis pemerintah. Partai Golkar terdepan memberikan kritikan kepada pemerintah jika ada kebijakan tidak pro rakyat," kata Appi di Hotel Novotel.

Baca Juga: Kantor Digembok, Pengurus Golkar Kota Bekasi Tak Bisa Masuk Untuk Konferensi Pers

Appi mengatakan, fungsi pengawasan Partai Golkar adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. "Kita jadi mitra kritis dengan solusi untuk memberikan manfaat bagi warga Kota Makassar. Partai Golkar bukan musuh pemerintah, tapi mitra kritis," ucapnya.

Munafri Arifuddin pernah menjadi rival Danny Pomanto dalam dua kali Pemilihan Wali Kota Makassar; 2018 dan 2020. Pilwali Makassar 2018 mempertemukan duel Munafri Arifuddin-Andi Rahmawati Dewi dengan Danny Pomanto-Indira Mulyasari.

Namun Danny-Indira dijegal sebelum masuk arena. Sementara Appi-Cicu dikalahkan kotak kosong. Pilwali Makassar 2020, Appi kembali bersaing dengan Danny Pomanto. Berpasangan Fatmawati Rusdi, Danny Pomanto akhirnya terpilih menjadi Wali Kota Makassar setelah meraih suara terbanyak. Danny-Fatma mengalahkan pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Munafri Arifuddin